Pemerintah Jokowi-JK Dinilai Kurang Bisa Mengatasi Masalah Ini

Rabu, 03 Juli 2019 - 13:01 WIB
Pemerintah Jokowi-JK...
Pemerintah Jokowi-JK Dinilai Kurang Bisa Mengatasi Masalah Ini
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dianggap gagal memberi solusi pangan baik dari sisi produksi maupun harga. Hal ini bisa dilihat dari harga maupun komoditas pangan yang tak kunjung stabil.

"Kalaupun beberapa harga komoditas stabil hal tersebut lebih dikarenakan intervensi pemerintah melalui operasi pasar,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Almisbat Syaiful Bahari, di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Faktanya jelas Syaiful, operasi pasar hanya bersifat sementara dalam mengatasi gejolak harga. Setelahnya, harga kembali naik. "Begitu terus dari tahun ke tahun," jelasnya.

Selama ini, Kementerian Pertanian dan Perdagangan kerap melakukan operasi pasar untuk menciptakan stabilitas harga. Seolah turunnya harga dikarenakan produksi pangan yang meningkat.

"Padahal semakin sering operasi pasar dilakukan justru menunjukkan kegagalan pemerintahan dalam mengelola tata kelola pangan nasional dari hulu sampai hilir," tambahnya.

Menurutnya, regulasi yang dikeluarkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) atau Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk mengendalikan pasar berlebihan.

Kata Syaiful, kebijakan ini tidak hanya mmemberikan kepastian produksi justru menciptakan anomali pasar yang mempengaruhi naik turunnya harga pangan.
Misalnya, saat gejolak produksi atau harga terjadi, Kementan kerap mencari kambing hitamnya. Contonya, kasus bawang putih yang penyebabnya karena penundaan RIPH.

Syaiful menuturkan, untuk menutupi kesalahannya, Kementan kerap menuding mafia, broker atau pedagang nakal menjadi dalangnya. Kemudian, Kementan kerap meminta satgas pangan untuk memerika ke gudang dan kios di pasar.

"Penggunaan cara-cara represif dalam membangun tata kelola pangan nasional seperti yang ditunjukkan selama ini bukannya memberikan dampak positif bagi kinerja pasar tetapi justru menciptakan distorsi harga baik di sisi produksi maupun konsumsi," ungkapnya.

Belum lagi, sebagian besar regulasi di sektor pertanian seolah menghambat pelaku usaha. Misalnya, kewajiban importir untuk penanaman bawang putih. Lalu, kewajiban impor sapi lima banding satu untuk indukan.

"Ini merupakan kebijakan yang mencampuradukan antara swasembada, produksi, harga, dan konsumsi. Akibatnya, kebijakan tersebut justru menciptakan kartel, rente ekonomi dan kroni di lingkungan kementerian," ungkapnya.

Masalah lainnya, Kementan terus mendorong peningkaan produksi. Lalu, memnjanjikan para petani harga pokok produksi (HPP) yang bagus. Tujuannya, agar produk pertanian lokal bisa bersaing dengan negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Myanmar dan Kamboja.

"Produksi meningkat tetapi HPP tinggi itulah salah satu sumber kenapa kita tidak bisa ekspor hasil pertanian lokal ke luar. Kalaupun ada ekspor sebagian besar sifatnya tidak kontinu dan lebih banyak pencitraannya," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Kortas Tipikor Tetapkan...
Kortas Tipikor Tetapkan Eks Dirut PTPN XI Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pabrik Gula Assembagoes
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
KPK Geledah Kantor Suhardiman...
KPK Geledah Kantor Suhardiman Amby hingga Rumah Tersangka Kasus Bupati Kuansing
Infografis
Sayuran yang Bisa Mengatasi...
Sayuran yang Bisa Mengatasi Penyakit Asam Urat selain Brokoli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved