1,4 Juta KK dan 559.867 Akta Lahir Sudah Bertanda Tangan Digital

Jum'at, 28 Juni 2019 - 14:51 WIB
1,4 Juta KK dan 559.867...
1,4 Juta KK dan 559.867 Akta Lahir Sudah Bertanda Tangan Digital
A A A
JAKARTA - Kemendagri terus menggenjot program layanan berbasis elektronik atau Dukcapil Go Digital. Salah satu layanan digital adalah penggunaan tanda tangan digital/elektronik.Saat ini beberapa akta kelahiran dan kartu keluarga (KK) telah bertandatangan digital dalam bentuk barcode.

“Berdasarkan data Ditjen Dukcapil, saat ini sudah ada 1.406.370 KK dan 559.867 akta kelahiran yang ditandatangani secara elektronik,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah, Jumat 28/06/2019.

Sejak Februari hingga Juni 2019, petugas Dukcapil Kemendagri hingga ke daerah terus berlatih membangun dan mengimplementasikan sistem berbasis elektronik ini.

"Kami menerapkan tanda tangan elektronik untuk akta kelahiran dan kartu keluarga yang sudah dilaksanakan 401 Disdukcapil daerah. Masih ada 113 Disdukcapil yang belum melaksanakan. Untuk akta kelahiran online sudah 88 Disdukcapil yang melaksanakan. Akta lahir online ini aktanya bisa dibuat dari dan dicetak di rumah penduduknya. Pemohon tidak perlu datang ke Dinas Dukcapil," paparnya.

Menurut dia, Dukcapil Kemendagri sejak Juni 2019 sudah menerapkan tanda tangan digital untuk surat, nota dinas, surat keputusan (SK), petikan SK, surat pemberitahuan (SPT). "Dengan tanda tangan elektronik, pegawai Dukcapil bisa bekerja dari manapun, baik saat dinas luar kota, luar negeri maupun saat diperjalanan. Yang penting ada WiFi," tuturnya.

Dia mengatakan keuntungan penerapan tanda tangan digital adalah pekerjaan bisa diselesaikan cepat, terdokumentasi secara elektronik, hemat, efisien. Selain itu tidak ada halangan bekerja karena jarak, waktu atau karena ada penugasan-penugasan.

Implikasinya lainnya, pegawai Dukcapil dapat bekerja dari rumah masing-masing dan pekerjaan tetap selesai. "Oleh karena itu, sistem reformasi birokrasi dan tunjangan kinerja perlu penyesuaian," katanya.
(cip)
Berita Terkait
BSKDN Tekankan Kualitas...
BSKDN Tekankan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah Menentukan Kesejahteraan Masyarakat
Kepala BSKDN Beberkan...
Kepala BSKDN Beberkan 4 Fungsi Penting Command Center
Kemendagri Libatkan...
Kemendagri Libatkan Pakar Analisis Variabel dan Indikator Penilaian Kota Bersih
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
Litbang Kemendagri Berubah...
Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
Kemendagri Ubah Warna...
Kemendagri Ubah Warna Seragam Satlinmas, Tak Lagi Berwarna Hijau
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved