KPK Beberkan Kasus Dugaan Suap Wali Kota Tasikmalaya

Jum'at, 26 April 2019 - 15:28 WIB
KPK Beberkan Kasus Dugaan...
KPK Beberkan Kasus Dugaan Suap Wali Kota Tasikmalaya
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan secara resmi penetapan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman sebagai tersangka kasus dugaan suap dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun anggaran 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Budi diduga memberi uang senilai Rp400 juta kepada Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo dan rekan-rekannya.

"KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan tersangka BBD (Budi Budiman-red), Wali Kota Tasimalaya," ujar Febri dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (26/4/2019). (Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Tasikmalaya Tersangka Suap DAK )

Suap diduga diberikan agar Kota Tasikmalaya mendapat alokasi DAK senilai Rp 124,38 miliar.

Dalam konstruksi perkara, Budi dan Yaya pertama kali melakukan pertemuan pada awal 2017. Saat itu, Yaya diduga menawarkan bantuan agar Kota Tasikmalaya mendapat alokasi DAK TA 2018, Budi pun setuju memberikan fee sebagai imbalan.

Lalu pada Mei 2017, Budi mengajukan usulan DAK Kota Tasikmalaya kepada Kemenkeu. Beberapa bidang yang diajukan adalah jalan, irigasi, dan rumah sakit rujukan.

"Dua bulan kemudian atau Oktober 2017, dalam APBN 2018, Kota Tasikmalaya diputuskan mendapatkan alokasi DAK dengan total Rp124,38 miliar," terang Febri.

Pada 3 April 2018, Budi kembali memberikan dana sebesar Rp200 juta kepada Yaya. Pemberian tersebut diduga masih terkait dengan pengurusan DAK.

Atas perbuatannya, Budi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 64 ayat 1 KUHP.
(dam)
Berita Terkait
Obesitas Regulasi Pemberantasan...
Obesitas Regulasi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
KPK Perkuat Sinergi...
KPK Perkuat Sinergi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Daerah
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
KPK Akui Kepala Daerah...
KPK Akui Kepala Daerah Rawan Konflik Kepentingan dan Penyalahgunaan Wewenang
KPK Diminta Tuntaskan...
KPK Diminta Tuntaskan Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Tulungagung
OTT Bupati Kutai Timur...
OTT Bupati Kutai Timur Diduga Terkait Suap Proyek Barang dan Jasa
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved