Waspadai Provokasi dan Hoaks Pemantik Konflik Pemilu

Sabtu, 20 April 2019 - 18:18 WIB
Waspadai Provokasi dan...
Waspadai Provokasi dan Hoaks Pemantik Konflik Pemilu
A A A
JAKARTA - Koordinator Nasional Komunitas Rabu Ceria (KRC) Muhiddin Nur mendukung pernyataan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan , Jalan Merdeka barat, Jakarta, Kamis 18 April 2019.

"Kita sama-sama telah mendengar apa yang telah disampaikan Panglima TNI dan Kapolri. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mendukung TNI dan Polri dalam menindak segala jenis ungkapan-ungkapan hoaks yang dapat menjadi pemantik konflik di grassroot," kata Muhiddin saat dijumpai di salah satu hotel di Kota Kendari.

Kornas KRC juga mengajak masyarakat untuk sama-sama tidak terprovokasi dengan berita-berita yang bersumber dari media yang tidak kredibel.

"Seharusnya pasca pemilu kita harus menjaga keamanan dan ketentraman, bukannya malah membuat tindakan provokasi. Oleh karena itu masyarakat harus cerdas agar tidak terprovokasi terhadap berita-berita yang bersumber dari media-media yang tidak kredibel, apalagi media yang dikenal ber-track record buruk," tutur Muhiddin.

Kornas KRC juga menyayangkan jika ada pendukung yang memobilisasi massa dan mengganggu stabilitas keamanan. Semestinya semua pihak, kata dia, mengapresiasi penyelenggara pemilu yang telah sukses menjalankan proses pemilu dengan baik.

"Tentu kita sangat menyayangkan jika ada gerakan memobilisasi massa untuk mengganggu kestabilan kemananan, harusnya kita sama-sama mengapresiasi kinerja perangkat penyelenggara pemilu yang telah sukses menyelenggarakan pemilu dengan baik," tutur pria yang biasa disapa Gus Din ini.

Seperti diketahui, pasangan calon presiden-calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam penghitungan cepat (quick count) Pilpres 2019 yang dilakukan beberapa lembaga survei kredibel.

Sementara itu Prabowo-Sandi beserta pendukungnya juga mengklaim kemenangan mereka berdasarkan data internal yang mereka miliki.

"Kita sama-sama menginginkan seluruh tim pemenangan pasangan calon agar menananmkan pendidikan politik yang baik kepada seluruh elemen masyarakat sambil menunggu penghitungan resmi KPU," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Metode Quick Count,...
Metode Quick Count, Real Count, dan Exit Poll dalam Pemilu 2024
Pengamat: Pengalihan...
Pengamat: Pengalihan Suara Perindo ke Partai Manapun Hukumnya Haram
KPU Buka Peluang Penetapan...
KPU Buka Peluang Penetapan Hasil Pemilu 2024 Besok
KPU Harus Hentikan Rekapitulasi...
KPU Harus Hentikan Rekapitulasi Suara Elektronik, KIPP: Menyesatkan Angkanya Banyak Salah
PPP Berharap Tak Ada...
PPP Berharap Tak Ada Operasi Khusus untuk Menaikkan dan Mengurangi Suara Partai
Aliansi Pemuda Kawal...
Aliansi Pemuda Kawal Pemilu, Tanggapi Kecacatan Website Sirekap: Harusnya Suara Naik Terus
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved