Sistem IT Diretas, KPU Diminta Tak Asal Tuduh

Jum'at, 15 Maret 2019 - 08:13 WIB
Sistem IT Diretas, KPU...
Sistem IT Diretas, KPU Diminta Tak Asal Tuduh
A A A
JAKARTA - Basis data Komisi Pemilihan Umum (KPU) diserang peretas Rusia dan China dalam upaya untuk mengganggu pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang. Kendati demikian, KPU menjamin aksi hacker tersebut tak mengganggu proses dan tahapan pemilu.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jika dilihat hanya dari alamat Internet Protocol (IP)-nya saja itu terlalu cetek.

"Kalau cuma berdasarkan IP lalu bilang peretas China dan Rusia itu terlalu cetek. Harus ada data pendukung lain dong," ujarnya kepada SINDOnews melalui pesan singkat, Kamis (13/3/2019).

(Baca juga: Peretas Rusia dan China Serang Basis Data KPU Indonesia)


Pernyataan tersebut ia lontarkan lantaran IP gampang sekali untuk dimanipulasi. "Soal IP kan gampang dimanipulasi. Pakai VPN juga IP berubah," ucapnya.

Untuk itu, ia mengatakan bahwa KPU sudah semestinya untuk mengumpulkan data pendukung yang valid terlebih dahulu sebelum akhirnya mengumumkan jika sitem IT-nya diretas.

"Kalau mengatakan peretas China dan Rusia itu buktinya apa? Maka KPU harus lebih cerdas jangan langsung main tuduh atau umumkan sesuatu tanpa data pendukung yang valid," ungkapnya.

(Baca juga: Akui Sistem IT Diretas, KPU Jamin Tak Ganggu Tahapan Pemilu)


Upaya yang perlu dilakukan adalah mengamankan koneksi dengan baik, serta memonitor usaha-usaha peretasan. Jika perlu mem-follow up ke cyber crime atau Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Yang harus dilakukan yah mengamankan koneksinya dengan baik dan memonitor usaha-usaha peretasan. Kalau perlu di follow up ke cyber crime atau BSSN," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Mantan Angggota KPU...
Mantan Angggota KPU Sebut MK Belokkan Keputusan yang Sudah Lurus
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved