Akui Sistem IT Diretas, KPU Jamin Tak Ganggu Tahapan Pemilu

Rabu, 13 Maret 2019 - 16:16 WIB
Akui Sistem IT Diretas,...
Akui Sistem IT Diretas, KPU Jamin Tak Ganggu Tahapan Pemilu
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman tak menampik jika sistem IT lembaganya kerap menjadi sasaran hacker. Kendati begitu, Arief menjamin aksi hacker tersebut tak mengganggu proses dan tahapan pemilu.

"Kalau nyerang ke web kita itu memang ada terus dan itu bisa datang dari mana-mana," kata Arief di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Arief mengungkapkan upaya peretasan itu datang dari dalam dan luar negeri. Hal itu diketahuinya dari pelacakan IP Address para pelaku. Namun dia enggan menyebut pelaku melancarkan serangan itu dari negara mana saja.

Menurutnya, kejadian peretasan ini kerap muncul menjelang pemilu dilaksanakan. Bahkan, ulah hacker pernah menyerang IT KPU saat Pemilu 2014 dan Pilkada meski tak membuat tahapan pemilu menjadi terganggu.

"Kalau dilihat dari IP Address-nya, itu datang dari dalam dan luar negeri. Saya pikir enggak perlu saya sebut nama negaranya, kecuali kita sudah tangkap baru boleh disebut. Tapi enggak usah disebut negaranya," ujarnya.

(Baca juga: Surati KPU dan Bawaslu, IJTI Pertanyakan Aturan Quick Count Pemilu)

Arief menganggap, dari sejumlah kasus yang ada, orang yang menggunakan IP Addres bisa saja orang luar negeri namun berada di dalam negeri, begitu pun sebaliknya. Untuk itu, KPU cukup mengerti cara kerja yang mereka lakukan.

Dia menegaskan, peretasan terhadap IT KPU sampai saat ini tidak mengganggu jalannya tahapan pemilu, apalagi sampai dikhawatirkan mengubah hasil. Menurutnya, hasil pemilu dilakukan secara manual dan berjenjang yang dihitung dari tingkat TPS hingga pusat dan diketahui oleh masyarakat.

"Sampai sekarang sudah bisa ditangani," tandas pria yang menjabat sebagai Komisioner KPU pusat dua periode ini.
(maf)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Berita Terkini
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved