Stunting dan BPJS Jadi Topik Utama dalam Debat Ketiga Pilpres

Minggu, 10 Maret 2019 - 07:18 WIB
Stunting dan BPJS Jadi...
Stunting dan BPJS Jadi Topik Utama dalam Debat Ketiga Pilpres
A A A
JAKARTA - Stunting dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) jadi topik yang akan diulas oleh Kedua calon wakil presiden (cawapres) dalam Debat Ketiga yang akan digelar pada 17 Maret dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasbullah Thabrany menyatakan paslon Jokowi-Ma'ruf akan fokus melakukan upaya pengurangan angka stunting. Dia juga mengatakan pihaknya akan melanjutkan program kesehatan yang selama ini sudah berjalan selama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Mulai perbaikan gizi dan ibu hamil, kami akan menurunkan lagi angka stunting lebih cepat, karena itu indikator gizi buruk. Sekarang sudah disiapkan program ke depan untuk pengendalian stunting. Kami akan produksi sumber daya alam lima tahun ke depan," ucap Hasbullah, kemarin.

Pihaknya juga telah menerima indikator peningkatan outcome seperti angka stunting yang turun 7 persen. TKN juga akan meneruskan pemerataan fasilitas kesehatan dengan mengirimkan tenaga kesehatan ke berbagai wilayah. Program pembangunan infrastruktur selama pemerintahan Jokowi, sambungnya, bisa mempermudah pemerataan kesehatan dan juga ekonomi hingga ke pelosok.

"Tentu prioritas utama kualitas sumber daya manusia sekarang, kalau 5 tahun belakangan fokus infrastruktur fisik yang kita lihat sudah sangat bagus. Setelah infrastruktur berkembang bagus, barang-barang manusia bergerak lebih cepat, pertumbuhan ekonomi lebih besar lagi," ungkapnya.

Hal berbeda diungkapkan, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hermawan Syahputra yang mengatakan phaknya akan mengomentari dan akan melakukan evaluasi BPJS juga bagaimana keberpihakannya pada masalah kesehatan.

"Sekarang yang masih jadi persoalan besar kita adalah BPJS. Kami lihat BPJS ada yang jebol. Ada primary health care. Sekarang ini jebol semua. Karena primary health care itu 80 persen pelayanan kesehatan jebol karena tidak dikedepankan primary health care," ucapnya dalam agenda yang sama.

Evaluasi BPJS dilakukan lantaran pihaknya menilai sistem pembayaran iuran, defisit keuangan BPJS mengalami peningkatan setiap tahunnya. "Presiden Prabowo nantinya tahun 2019 sejak mulai dia jabat nanti kalau terpilih, maka akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap penyelengaraan dan tata kelola BPJS," ungkapnya.

Dia menjelaskan evaluasi itu yakni seperti halnya penghitungan ulang iuran bayar baik penerima bantuan iuran (PBI) dan non PBI. Sebab jaminan kesehatan tidak hanya untuk menyelamatkan masyarakat, melainkan juga menyelamatkan tenaga kerja dan fasilitas.

"Akan dihitung ulang premi ini, seberapa tarif yang layak atau premi yang betul-betul memenuhi aspekk kelayakan," ucapnya.

Mantan Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi menilai, kedua paslon belum terlalu serius menangani sejumlah masalah utama kesehatan. Di antaranya masalah stunting dan pengendalian tembakau serta rokok. Kedua paslon, sambungnya, belum bisa mempengaruhi sistem politik untuk mendukung pengendalian tembakau dan konsumsi rokok.

"Peraturan pemerintah soal rokok seperti iklan dan sebagainya belum ada, tetapi tingkat peraturan pemerintah belum sampai daerah," ucapnya.

Terkait masalah BPJS, Nafsiah mengatakan permasalahannya seperti uji keberanian pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Defisit yang menimpa lembaga tersebut tidak selesai tanpa menaikkan iuran atau premi bagi peserta di semua kelas, kecuali Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Sekarang tinggal keberanian pemimpin karena premi kelas 1, 2, dan 3 harus naik. Dalam aturan sebetulnya tiap 2 tahun kita harus evaluasi, salah satunya soal menaikkan iuran, yang urung dilaksanakan. Satu lagi adalah peruntukan kelas pelayanan yang sesuai kemampuan masyarakat," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemprov Sulawesi Utara...
Pemprov Sulawesi Utara Sabet Paritrana Award 2019
Polemik BPJS Kesehatan...
Polemik BPJS Kesehatan karena Pemerintah Tak Berani Naikkan Iuran Sebelum Pemilu 2019
Minta Debat Cawapres...
Minta Debat Cawapres Tak Didampingi Capres, Partai Perindo: Samakan Saja dengan Pilpres 2019
Pukat UGM: Permenkes...
Pukat UGM: Permenkes Nomor 16 Tahun 2019 Mengandung Fraud
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved