Kubu Jokowi-Ma'ruf Nilai Munajat 212 Bernuansa Kampanye

Jum'at, 22 Februari 2019 - 11:56 WIB
Kubu Jokowi-Maruf Nilai...
Kubu Jokowi-Ma'ruf Nilai Munajat 212 Bernuansa Kampanye
A A A
JAKARTA - Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai acara Munajat 212 yang digelar di silang Monas, Jakarta, Kamis 21 Februari malam bernuansa kampanye.

"Hal itu dibuktikan dengan salam ‘dua jarinya’ Fadli Zon, orasinya Pak Zulkifli Hasan yang tendensius kampanye, serta hadirnya tokoh-tokoh yang mendukung Capres 02," ujar Ace dalam siaran pers, Jumat (22/2/2019).

Bagi tim Jokowi-Ma'ruf, kata Ace, kegiatan doa bersama sangat positif meski nuansa politisnya tak bisa dihindari. Namun jika doa bersama itu ternyata dipergunakan sebagai momentum untuk menyampaikan pesan-pesan politik, itu berarti sudah keluar dari tujuan awal.

Dengan nuansa seperti itu, kata dia, patut diduga munajat 212 merupakan bagian dari politisasi agama dan kampanye politik.

Apalagi penyelenggara acara tersebut merupakan tokoh-tokoh yang selama ini dikenal pendukung capres tertentu.

Politikus Partai Golkar itu menganggap kampanye politik boleh-boleh saja. Namun harus sesuai tempatnya. Terlebih semua pihak sudah tahu peraturannya. Di samping itu, masyarakat juga sudah cerdas dalam menilai acara-acara yang mengandung nuansa politik.

"Saya kira Bawaslu harus bertindak sesuai dengan kewenangannya. Tak harus menunggu laporan karena Bawaslu DKI sendiri memantau langsung acara itu. Terlalu kentara bahwa acara itu berbau politik dengan yel-yel seperti kampanye," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Ace, tim Jokowi-Ma'ruf juga mengutuk keras adanya tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap salah seorang jurnalis yang meliput acara tersebut.

Bagi Ace, apa pun kejadiannya, melakukan intimidasi dan merampas alat rekam wartawan merupakan tindakan yang dilarang. Peristiwa seperti itu sangat memperihatinkan bagi kebebasan pers dan perlindungan terhadap profesi wartawan.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Quick Count Pilpres...
Quick Count Pilpres AS: Electoral Votes Sementara Biden 209, Trump 112
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved