Soal Unicorn, Prabowo Ingatkan Jangan Hanya Untungkan Asing

Rabu, 20 Februari 2019 - 17:57 WIB
Soal Unicorn, Prabowo...
Soal Unicorn, Prabowo Ingatkan Jangan Hanya Untungkan Asing
A A A
JAKARTA - Jawaban Prabowo Subianto atas pertanyaan Joko Widodo mengenai unicorn penting menjadi perhatian pemerintah. Prabowo sejatinya mengingatkan persoalan yang sangat mendasar. Jangan sampai keberadaan usaha rintisan yang sudah mencapai unicorn justru membuat bangsa kita menjadi konsumen dan kepanjangan tangan distribusi produk-produk asing.

“Upaya untuk memajukan inovasi e-commerce tidak boleh mengabaikan penguatan industri nasional. Tujuannya untuk mengoptimalkan manfaat bisnis digital bagi perekonomian nasional,” kata Kusfiardi, analis ekonomi dan politik sekaligus co-founder Fine Institute, Rabu (20/2).

Saat ini platform bisnis digital yang ada bukan hanya didominasi modal asing. Lebih parah lagi, produk yang ada juga didominasi oleh produksi asing. Dengan kondisi itu, nilai tambah ekonominya justru dinikmati asing. Secara akumulatif ini akan mengganggu stabilitas nilai tukar dan neraca perdagangan. Bahkan juga bisa ikut menggerus cadangan devisa.

“Saat ini, kondisi neraca perdagangan kita tengah tekor, terburuk dalam sejarah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi ekspor Indonesia sepanjang 2018 mencapai US$ 180,06 miliar. Sementara impor tercatat USD 188,63 miliar. Transaksi perdagangan sepanjang 2018 tekor USD 8,57 miliar,” papar dia.

Dengan kondisi tersebut, bisnis digital, termasuk yang sudah unicorn, perlu diatur secara baik. Tujuannya agar kemajuan dunia digital tidak justru merugikan Indonesia.

Menurut Kusfiardi, arah kebijakan yang dibuat pemerintah harus mensinergikan industri nasional dengan memanfaatkan inovasi bisnis digital. Artinya, harus memanfaatkan inovasi teknologi informasi untuk kepentingan nasional.

“Bagaimanapun kita tetap berpegang pada amanat konstitusi, perekonomian harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” jelasnya.

Startup unicorn adalah startup yang telah memiliki nilai valuasi mencapai 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 14 triliun. Di Indonesia ada 4 startup unicorn dari total 7 startup unicorn di ASEAN, yakni BukaLapak, Traveloka, Tokopedia, dan Gojek. Keempat startup ini mendapatkan suntikan dana dari berbagai perusahaan mulai dari dalam hingga luar negeri.
(pur)
Berita Terkait
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: Mayoritas Pemilih Jokowi di Pilpres 2019 Dukung Ganjar-Mahfud
Ganjar Cerita Kedekatan...
Ganjar Cerita Kedekatan dengan Mahfud MD, Diskusi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Kantor TPN Ganjar Pakai...
Kantor TPN Ganjar Pakai Markas Pemenangan Jokowi di Pilpres 2019
KAMI Tak Ambil Pusing...
KAMI Tak Ambil Pusing Dengar Nyinyiran Pendukung Pemerintah
Survei LSJ: 40,6 Persen...
Survei LSJ: 40,6 Persen Pendukung Jokowi di Pilpres 2019 Merapat ke Prabowo
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved