Ketum PPP Tak Heran Perilaku Kubu Prabowo Suka Permainkan Ulama
Sabtu, 09 Februari 2019 - 19:29 WIB
Ketum PPP Tak Heran Perilaku Kubu Prabowo Suka Permainkan Ulama
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy menyebut bahwa adab atau kesopanan pasangan Prabowo Subinto-Sandiaga Uno terhadap ulama seiring perjalanan waktu semakin terlihat. Mereka tidak menghargai bahkan melecehkan para ulama.
Bahkan kepada ulama yang paling sepuh dan dihormati di negeri ini yaitu KH Maimoen Zubair pun mereka berani tidak menghormati. Hal ini terlihat dari upaya mereka mempermainkan kesalahan ucap yang terjadi pada Mbah Moen. Bahkan Fadli Zon membuat puisi yang menyebut Mbah Moen menukar doa hanya karena adanya bandar.
“Ini belum berkuasa saja, adab mereka kepada ulama sepuh yang paling dihormati aja seperti itu, entah bagaimana kalau mendapat kekuasaan,” ujar politisi yang biasa disapa Rommy tersebut melalui rilis yang diterima SINDOnews, Sabtu (9/2/2019).
(Baca juga: 10.000 Massa Jokowi-Ma'ruf Hadiri Istigosah di Stadion Olahraga Tasikmalaya)
Tidak heran jika kemudian para santri bereaksi atas apa yang dilakukan Fadli. Santri meminta Fadli Zon tidak menghina dan melecehkan ulama. (Baca juga: Viral Video Mbah Moen Bacakan Doa, Ini Klarifikasi Kubu Jokowi-Ma'ruf)
Rommy sebenarnya tidak heran dengan perilaku Fadli dan tim Paslon 02 yang suka mempermainkan ulama. Sejak awal mereka tidak menghargai ulama, walaupun mereka berusaha mencitrakan diri sebagai pembela Islam dan ulama.
“Bukan kali ini saja mereka menghina ulama. Saat ada ijtima ulama memberikan opsi untuk memilih cawapres dari kalangan ulama, mereka tidak mengindahkan,” tambah Rommy.
(Baca juga: Menangkan Jokowi-Mar'uf Amin, Nelayan Tegal Targetkan 80 Persen Suara)
Makanya, Rommy meminta masyarakat untuk tidak terkecoh dengan citra membela ulama yang hendak mereka bangun selama ini. Rommy juga meminta kepada tokoh agama untuk menjelaskan dan mengungkap berbagai kebohongan yang dilakukan oleh Paslon 02.
Bahkan kepada ulama yang paling sepuh dan dihormati di negeri ini yaitu KH Maimoen Zubair pun mereka berani tidak menghormati. Hal ini terlihat dari upaya mereka mempermainkan kesalahan ucap yang terjadi pada Mbah Moen. Bahkan Fadli Zon membuat puisi yang menyebut Mbah Moen menukar doa hanya karena adanya bandar.
“Ini belum berkuasa saja, adab mereka kepada ulama sepuh yang paling dihormati aja seperti itu, entah bagaimana kalau mendapat kekuasaan,” ujar politisi yang biasa disapa Rommy tersebut melalui rilis yang diterima SINDOnews, Sabtu (9/2/2019).
(Baca juga: 10.000 Massa Jokowi-Ma'ruf Hadiri Istigosah di Stadion Olahraga Tasikmalaya)
Tidak heran jika kemudian para santri bereaksi atas apa yang dilakukan Fadli. Santri meminta Fadli Zon tidak menghina dan melecehkan ulama. (Baca juga: Viral Video Mbah Moen Bacakan Doa, Ini Klarifikasi Kubu Jokowi-Ma'ruf)
Rommy sebenarnya tidak heran dengan perilaku Fadli dan tim Paslon 02 yang suka mempermainkan ulama. Sejak awal mereka tidak menghargai ulama, walaupun mereka berusaha mencitrakan diri sebagai pembela Islam dan ulama.
“Bukan kali ini saja mereka menghina ulama. Saat ada ijtima ulama memberikan opsi untuk memilih cawapres dari kalangan ulama, mereka tidak mengindahkan,” tambah Rommy.
(Baca juga: Menangkan Jokowi-Mar'uf Amin, Nelayan Tegal Targetkan 80 Persen Suara)
Makanya, Rommy meminta masyarakat untuk tidak terkecoh dengan citra membela ulama yang hendak mereka bangun selama ini. Rommy juga meminta kepada tokoh agama untuk menjelaskan dan mengungkap berbagai kebohongan yang dilakukan oleh Paslon 02.
(kri)