Pakar Hukum Menilai Masih Banyak Kekurangan RUU PKS

Sabtu, 02 Februari 2019 - 14:01 WIB
Pakar Hukum Menilai...
Pakar Hukum Menilai Masih Banyak Kekurangan RUU PKS
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, Jay Tambunan menyebut masih banyak kekurangan dalam Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Menurutnya banyak yang harus direvisi dalam aturan tersebut, karena pengaturannya dianggap begitu luas. Dicontohkan Jay, di dalam draft saat ini RUU PKS ini tidak mengatur kejahatan seksual yang dilakukan oleh perempuan dan terkesan kejahatan seksual hanya dilakukan oleh laki-laki.

"Di dalam RUU ini tidak ada pelaku seksual perempuan. Kesannya wanita hanya korban," ujar Jay dalam talkshow akhir pekan polemik oleh MNC Trijaya, dengan tema Pro Kontra RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, di d'consulate resto, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (2/1/2019).

Jay menjelaskan, dalam konteks persetubuhan badan, baik perempuan maupun laki-laki merupakan pelakunya. Sehingga kekerasan seksual bisa juga dilakukan oleh pihak perempuan. (Baca juga: DPR Sebut RUU PKS Belum Diloloskan )

"Kecuali pemerkosaan atau kepada anak perempuan di bawah umur atau kepada perempuan lainnya dewasa, tapi dipaksa ini tidak perlu dibahas," imbuhnya.

Selain itu, dalam RUU PKS ini didapati pasal yang berkaitan dengan hubungan keluarga atau rumah tangga. Nantinya pasal ini berpotensi menjadi multi tafsir bagi pasangan suami istri, untuk mencari celah melakukan pidana satu sama lain.

"Nanti jangan-jangan suami bisa dipidanakan istri kalau sudah nggak suka lagi. Suami aja akan bisa diplintir dengan unsur begitu luas, apalagi yang dewasa pacaran," tuturnya.
(pur)
Berita Terkait
DPR Sebut Tindakan Penganiayaan...
DPR Sebut Tindakan Penganiayaan Perawat Jauh dari Norma dan Adat Istiadat
Kasus Penganiayaan Perawat,...
Kasus Penganiayaan Perawat, DPR Minta Pelaku Diproses Hukum
DPR Minta Polri Bikin...
DPR Minta Polri Bikin Terobosan agar Korban KDRT Berani Lapor
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Kejagung: Jadi Deputi...
Kejagung: Jadi Deputi di BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved