TKN Anggap Laporan Kubu Prabowo Soal Eks Koruptor ke Bawaslu Keliru

Jum'at, 25 Januari 2019 - 14:22 WIB
TKN Anggap Laporan Kubu...
TKN Anggap Laporan Kubu Prabowo Soal Eks Koruptor ke Bawaslu Keliru
A A A
JAKARTA - Pertanyaan Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang meneken caleg eks koruptor dalam debat perdana beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Jokowi dilaporkan tim advokasi peduli milenial yang juga pendukung Prabowo-Sandiaga Uno ke Bawaslu.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan J okowi-Ma'ruf Amin , Ace Hasan Syadzily menganggap laporan ke Bawaslu mengenai tuduhan menghina Prabowo dalam debat pertama salah alamat. Menurut Ace, rupanya kubu Prabowo masih belum menerima kekalahan dalam debat yang pertama yang membahas korupsi sehingga harus melaporkan apa yang ditanyakan Jokowi soal eks caleg koruptor yang dicalonkan Partai Gerindra.

"Seharusnya Pak Prabowo mengklarifikasinya dan menjelaskan dalam debat tersebut, bukan melaporkannya ke pihak Bawaslu. Kok substansi debat dilaporkan ke Bawaslu. Aneh," ujar Ace kepada wartawan, Jumat (25/1/2019).

Dalam hal ini, Ace menyinggung soal rakyat Klaten juga idealnya harus melaporkan Prabowo ke Bawaslu karena dalam debat pertama Prabowo mengatakan di daerah Klaten dibanjiri beras impor. Padahal kata para petani Klaten apa yang dikatakan Prabowo itu tidak benar. Namun hal ini tak dilakukan rakyat Klaten. (Baca juga: Jokowi Sindir Gerindra Usung Caleg Eks Koruptor, Ini Argumen Prabowo )

Selain itu, kata Ace, ada banyak pertanyaan yang pantas dijadikan laporan ke Bawaslu seperti apakah seorang yang disebutkan Prabowo dalam pidato kebangsaan, namanya Hardi yang katanya bunuh diri karena terlilit hutang, keluarganya harus melaporkan itu karena menurut keluarganya itu tidak benar sama sekali.

Kemudian, apakah orang Karawang yang disebutkan dalam debat Prabowo-Sandi yang katanya dipersekusi ternyata tidak benar dan sudah diklarifikasi bupati dan pihak kepolisian Karawang harus dilaporkan ke Bawaslu?

"Terlalu banyak penyebutan-penyebutan Prabowo-Sandi yang tidak sesuai fakta hanya untuk mendramatisasi situasi tapi tidak sesuai fakta disebut-sebut Prabowo-Sandi. Apakah itu pelanggaran pemilu?" tanya Politikus Partai Golkar itu.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Berita Terkini
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Terima Bantuan Ambulans...
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Febrie Adriansyah Tersangka...
Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi, Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved