Soal Tabloid Barokah, Tim Jokowi Pertanyakan Reaksi Kubu Prabowo

Kamis, 24 Januari 2019 - 11:36 WIB
Soal Tabloid Barokah,...
Soal Tabloid Barokah, Tim Jokowi Pertanyakan Reaksi Kubu Prabowo
A A A
JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengomentari tentang penyebaran tabloid Indonesia Barokah di Blora, Jawa Timur dan sejumlah daerah yang saat ini menjadi polemik.

Jka dibaca secara utuh, kata Ace, konten tabloid itu tidak perlu ada yang khawatir karena tak mengandung ujaran kebencian dan hoaks.
"Itu sudah terkonfirmasi dari hasil Bawaslu Kabupaten Blora yang telah memeriksanya," kata Ace kepada wartawan, Jakarta, Kamis (24/1/2019). (Baca juga: Kubu Prabowo-Sandi Minta Tabloid Indonesia Barokah Diusut )

Dalam hal ini, Ace menegaskan tabloid tersebut tidak diterbitkan tim kampanye Jokowi-Ma’ruf . Sebaliknya, pihaknya berkomitmen untuk mengedepankan kampanye yang tidak menebar pesimisme, hoaks, fitnah dan berita kebohongan.

"Kami juga selalu mengimbau seluruh relawan, pendukung, simpatisan dan masyarakat yang berjuang untuk Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma’ruf Amin mengedepankan prestasi, program dan capaian keberhasilan pemerintahan Jokowi," tuturnya.

Pertanyaannya, kata Ace, apakah kubu Prabowo-Sandi 02 sudah membaca Tabloid Indonesia Barokah tersebut.

Dia mengaku telah membaca dengan cermat. Baginya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan konten tabloid itu.

Menurut dia, tidak benar jika isi berita di tabloid itu menyudutkan Prabowo. Apalagi hanya dua artikel di tabloid tersebut yang membahas tentang Prabowo."Itu pun yang tentang dugaan kubu sebelah yang dikatakan mirip menggunakan strategi bohong, itu pun mengutip pernyataan tokoh di berita online. Jadi bukan hoaks, tapi fakta," tuturnya.
Ace mengatakan, sebagaimana juga Bawaslu Blora mengatakan Tabloid Indonesia Barokah itu bukan hoaks dan boleh beredar. Isi tablodi itu bukan boaks, melainkan mengutip berbagai media online dan itu dalam dunia jurnalistik diperbolehkan.

"Keputusan Bawaslu sangat beralasan dan tepat," jelasnya.

Menurut dia, isi tabloid itu justru mengajak masyarakat waspada dan tidak menyebar hoaks. Tabloid ini juga menceritakan tentang sejarah Islam di dunia, dan mengimbau jangan sampai bangsa dan kehidupan masyarakat Indonesia terbelah karena perbedaan tafsir dan aliran agama.

"Tentu saja bagi kalangan santri dan kalangan umat Islam Itu baik. Kenapa kubu 02 gelisah tentang imbauan itu? Apakah kubu Prabowo merasa terpojok jika tabloid ini menyalahkan HTI yang terbukti di pengadilan ingin mengganti Pancasila? Gelisah karena ada kelompok Wahabi di kubunya? Itu yang perlu dipertanyakan," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved