Debat Perdana Capres, Pengamat Sebut Jokowi Banyak Menyerang

Jum'at, 18 Januari 2019 - 11:44 WIB
Debat Perdana Capres,...
Debat Perdana Capres, Pengamat Sebut Jokowi Banyak Menyerang
A A A
JAKARTA - Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno menilai, bila dilihat dari gaya debat calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) terlihat banyak menyerang dengan intonasi dan mimik yang tak biasanya. Sementara capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terlihat lebih kalem dan bisa menahan diri.

"Efek kehati-hatian itu membuat pernyataan Prabowo kurang 'nendang'. Malah Jokowi yang banyak nyerang balik," ujar Adi saat dikonfirmasi, Jumat (18/1/2019).

Namun Adi menilai secara umum debat pertama capres-cawapres membosankan karena kedua pasangan calon, baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak bisa mengelaborasi proposal kebijakan yang akan mereka lakukan lima tahun ke depan jika mereka terpilih.

"Kedua Paslon di babak awal terlihat kaku dan 'jaim'. Ini sangat terkait peraturan KPU yang rigit hingga mempersempit ruang manuver paslon," kata Adi.

Selain itu, Adi mengungkapakan, secara substansi ada tiga isu yang berbeda cara menyikapinya yang kurang diekspolitasi, yakni isu deradikalisasi, tumpang tindih aturan, dan reformasi birokrasi.

Menurutnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf menyikapi deradikalisasi dengan pendekatan holistik seperti agama, sosial, dan ekonomi. Sementara Prabowo perspektifnya lebih pada fokus keamanan," ujar Indonesia ini.

Lalu menyikapi tumpang tindih aturan Jokowi-Ma'ruf selain revisi dan evaluasi, paslon 01 itu akan membentuk Badan Pusat Legislasi Nasional yang terintegrasi satu pintu di bawah pengawasan presiden. Sementara Prabowo Sandi lebih fokus sinkronisasi dan tak tebang pilih.

"Sementara reformasi birokrasi Jokowi-Ma'ruf lebih mengedepankan transparansi, submit online, rekrutmen berbasis miritokrasi dan profesionalisme. Sedangkan Prabowo-Sandi lebih pada peningkatan kesejahteraan aparatus negara yang dianggap kurang layak," ungkapnya.

Di level cawapres, kata Adi, Sandi tampil memukau yang bisa berbagi peran dengan Prabowo. Bahkan dalam banyak sesi, justru pernyataan Sandi lebih fokus dan terukur.

"Sementara Ma'ruf Amin lebih banyak diam dan hanya mengamini Jokowi. Hanya sekali saja statementnya menukik tajam soal solusi deradikalisasi. Debat selanjutnya porsi Ma'ruf mesti lebih banyak karena secara substansi menguasai," jelasnya.

Analis Politik Parameter Politik Indonesia ini menambahkan, Prabowo membuat blunder" bikin "gol bunuh diri" dengan bilang Jateng lebih luas daripada Malaysia. "Ini debat mesti hati-hati soal data," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Minta Debat Cawapres...
Minta Debat Cawapres Tak Didampingi Capres, Partai Perindo: Samakan Saja dengan Pilpres 2019
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Pilpres 2024, Golkar...
Pilpres 2024, Golkar Mulai Kaji Pasangan Airlangga Hartarto
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Berita Terkini
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved