Isu HAM dan Korupsi di Debat Capres Tak Untungkan Prabowo-Sandi

Rabu, 16 Januari 2019 - 19:05 WIB
Isu HAM dan Korupsi...
Isu HAM dan Korupsi di Debat Capres Tak Untungkan Prabowo-Sandi
A A A
JAKARTA - Isu mengenai korupsi dan pelanggaran HAM masa lalu dinilai tidak akan tidak menguntungkan bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno dalam debat capres 2019 perdana besok. Paslon nomor 02 dianggapnya tidak memiliki ruang yang besar untuk menyampaikan komitmennnya terhadap isu tersebut.

Deputi Direktur Riset ELSAM, Wahyudi Djafar mengatakan, ruang itu seakan sempit karena Prabowo-Sandi didukung keluarga Cendana, yang dalam hal ini diwakili Partai Berkarya."Partai Berkarya tentu bicaranya tidak semata-mata tentang dugaan korupsi, tapi juga pelanggatan Hak Asasi Manusia," kata Wahyudi dalam diskusi yang digelar Indonesia Political Review di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurut Wahyudi, bicara pelengseran Orde Baru dengan sejarah Reformasi 1998 tak hanya dominan atas suara mahasiswa yang melawan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di era Soeharto. Perjuangan mahasiswa juga dilandasi oleh pelanggaran HAM yang terjadi dalam kurun waktu 1965 hingga 1998. (Baca juga: Debat Capres Perdana Akan Menarik karena Polarisasi Semakin Kuat )

"Itu yang menjadi perdebatan serius ketika mereka mengklaim 'enak zaman Soeharto'. Karena bagi para aktivis HAM tentu itu satu masa kelam di mana kebebasan itu diberangus, ditutup sedemikian rupa sehingga kontrol terhadap pemerintah tidak ada. Media dikontrol, informasi dibatasi dan seterusnya," ujarnya

"Dan ketika kemudian visi itu yang justru malah ditekankan di dalam kubu Prabowo ini yang kemudian menjadi persoalan besar. Apakah kemudian berarti akan mengulang seluruh praktik-praktik korup di masa lalu. Tentu kita tidak menginginkan itu," tambahnya.

Direktur IPR Ujang Komarudin juga menilai, keberadaan keluarga Cendana lewat Partai Berkarya di dalam Koalisi Adil Makmur merugikan Prabowo-Sandi. Publik hingga saat ini masih menilai Soaharto memiliki rekam jejak yang buruk sebagai presiden.

"Masyarakat mengulik-ulik, mengusut-usut lagi pelanggaran hukum oleh Pak Soeharto. Maka ini yang merugikan Pak Prabowo," kata Ujang. (Baca juga: KPU Minta Tim Paslon Tertibkan Para Pendukungnya dalam Debat Besok )

Selain itu, Ujang menilai Partai Berkarya yang dipimpian Tommy Soeharto masih kurang laku dalam kontestasi politik saat ini. Hal itu terlihat dari hasil sejumlah survei yang menyebut Partai Berkarya masih di bawah ambang batas parlemen. "Jadi sesungguhnya rugi Prabowo ada Partai Berkarya di situ (koalisinya)," tandasnya.
(poe)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Berita Terkini
Perjalanan Haji di Mina,...
Perjalanan Haji di Mina, DPR: Ada Jemaah 9 Jam di Tenda Tak Dapat Makan Akhirnya Drop
Soroti Kepadatan di...
Soroti Kepadatan di Mina, Marwan DPR: Kapasitas Tenda dan Area Belum Beri Kenyamanan Jemaah
Teknologi Digital, AI,...
Teknologi Digital, AI, dan Konektivitas Global Lahirkan Ekosistem Gig Economy
2 Perwira Polri Digeser...
2 Perwira Polri Digeser ke Baintelkam setelah Mutasi Mei 2026
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Majelis Etik Ombudsman...
Majelis Etik Ombudsman Minta Hery Susanto Mundur
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved