73 Tahun Kementerian Agama Sebuah Refleksi

Sabtu, 05 Januari 2019 - 08:00 WIB
73 Tahun Kementerian...
73 Tahun Kementerian Agama Sebuah Refleksi
A A A
Ruchman Basori

Kasi Kemahasiswaan Ditjen Pendis Kemenag RI, Kandidat Doktor Manajemen Kependidikan Unnes

MEMBAHAS Ke­men­te­rian Agama se­per­ti membahas In­­­do­­ne­sia karena ke­men­­terian ini mengandung spirit keagamaan yang menjadi dasar pokok Ke­tu­hanan Yang Maha Esa. In­do­nesia me­ru­pa­kan ne­gara de­ngan penduduk terbesar ke­em­pat di dunia se­telah China, In­dia, dan Ame­rika. Indonesia me­rupakan ne­gara berpen­du­duk muslim ter­besar dengan jum­lah pemeluk sekitar 200 juta (87,2% dari to­tal pen­du­duk) dan negara de­mo­krasi ter­besar ketiga di dunia.

Indonesia ini juga me­ru­pakan negara multietnis de­ngan jumlah suku 1.310, me­nu­rut Sensus Badan Pusat Sta­tis­tik (BPS) 2010. Memiliki jumlah pulau yang indah dan ter­ham­par luas mencapai 17.504, ba­hasa 742 dan subbahasa yang ma­sih hidup. Dalam konteks pendidikan Islam yang kini dibina oleh Kementerian Ag­a­ma, Indonesia memiliki lem­baga pendidikan Islam terbesar di dunia.

Menurut Data EMIS Ditjen Pendidikan Islam Tahun 2016/ 2017 terdapat 28.268 raudlatul athfal (RA), 24.951 madrasah ibtidaiyah (MI), 17.363 ma­dra­sah tsanawiyah (MTs) dan 8.165 madrasah aliyah (MA) de­ngan jumlah siswa 9.513.043 orang. Dari sisi pendidikan non­formal terdapat 21.921 pondok pesantren dengan 3.227.234 santri. Madrasah diniyah tak­mi­liyah (MDT) 76.683 sekolah dengan 5.892.797 orang dan ta­man pendidikan Alquran ber­jumlah 135.493 buah dengan jumlah santri 7.519.944 orang. Pada level pendidikan tinggi keagamaan Islam (PTKIN) se­perti UIN, IAIN, dan STAIN ada 58 PTKIN dengan jumlah m­a­hasiswa 489.490 orang dan PTKIS berjumlah 686 lembaga dengan mahasiswa 313.147 orang.

Tulisan ini ingin sedikit mem­bahas pendidikan Islam di te­ngah kompleksitas masalah yang dihadapi Kementerian Agama, agar masyarakat benar-be­­nar merasakan kehadiran ne­gara dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pen­di­dikan Islam. Di banyak ke­sem­patan, Kamarudin Amin, Di­rek­tur Jenderal Pendidikan Islam pada Kementerian Aga­ma, ya­kin Indonesia akan men­jadi pu­sat peradaban Islam di dunia.

Untuk itu, diperlukan lang­kah transformatif oleh siapa pun pemegang kementerian ini, agar pendidikan Islam naik kelas menjadi pendidikan ber­mutu dan bersaing. Kerja keras, kerja cerdas, inovasi, dan krea­tivitas amat diperlukan. Ko­mit­men mutu dan transformasi ini juga harus dijiwai oleh seluruh aparatur keluarga besar Ke­men­terian Agama. Tidak ber­lebihan jika dikatakan pen­di­dik­an Islam akan menjadi “ak­tor perubahan” di negeri ini, jika mampu diberdayakan dan di­afir­masi dengan baik.

Indonesia dengan bonus de­mografi, menurut ramalan The Mc Kinsey Institute, akan men­jadi negara kuat dengan tingkat ekonomi ketujuh dunia pada 2045. Hal itu tentu tidak ter­lepas dari kontribusi dan par­tisipasi pendidikan Islam de­ngan berbagai ragamnya.

Penataan paradigmatik pe­ngembangan pendidikan Islam yang mengedepankan nilai-ni­lai multikultural harus terus di­upa­yakan. Penguatan ke­lem­ba­gaan pendidikan tinggi ke­aga­ma­an Islam (PTKI), pendidikan madrasah dari mulai RA, MI, MTs, MA, dan pendidikan ke­agamaan Islam seperti pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah MDT, dan TPQ) men­jadi keniscayaan.

Tak kalah pentingnya adalah diimbangi dengan kebijakan penganggaran pendidikan yang adil. Disadari, masih terjadi ke­ku­rangadilan atas peng­an­g­gar­an pendidikan antara sekolah dan madrasah, perguruan ting­gi umum dengan PTKI dan di­ala­mi juga pada lembaga pen­di­dikan keagamaan Islam yang kadang menjadi bahan lelucon hidup segan mati tak mau (la ya­mutu wala yahya).

Akses anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pe­nd­i­dik­an Islam menjadi penting. Di be­berapa daerah minoritas dan perbatasan, kebutuhan akan pen­didikan Islam perlu di­per­luas. Karena Indonesia dengan 34 provinsi dan ribuan pulau membutuhkan layanan pen­di­dik­an agama yang memadahi. Layanan pendidikan Islam yang bermutu adalah hak warga ne­gara dan negara wajib me­me­nu­hinya sebagaimana di­ama­nat­kan oleh undang-undang.

Kementerian Agama, khu­susnya Direktorat Jenderal Pen­di­dikan Islam, harus mem­buka unit madrasah baru (UMB) yang diikuti dengan pe­ng­ang­katan guru yang ber­kua­litas, sarana dan prasarana yang me­madai, dan penganggaran yang cukup. Pondok pesantren perlu didirikan di daerah-dae­rah ter­tinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar anak bangsa da­pat mengenyamnya dengan baik. Pada saat yang sama, per­lunya diperkuat program pe­nu­karan kiai dan ustaz dari Jawa ke luar Jawa “tadabalul ustadz” dan san­tri luar Jawa untuk belajar di pesantren di Pulau Jawa.

Selain itu program pen­di­dik­an kader ulama (PKU) juga perlu dihadirkan kembali, baik me­lalui pendekatan degree mau­pun non degree agar reproduksi ulama terus bergeliat me­me­nuhi kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, banyak ka­langan berharap agar Indonesia menjadi kiblat pendidikan Is­lam di dunia, bukan lagi ke Ti­mur Tengah.

Selain kebijakan perluasan akses, Kemenag juga dituntut untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Islam. D­a­lam hal pondok pesantren, mi­salnya, diperlukan afirmasi ter­hadap pondok pesantren sa­lafiyah (PPS), yang kian hari kian menurun jumlahnya.
(mhd)
Berita Terkait
Bakal Dilaporkan ke...
Bakal Dilaporkan ke Polisi, Saiful Mujani: Yang Ideal, Opini Dibalas Opini
Pancasila Sakti
Pancasila Sakti
Opini Guru Besar Anti-TWK
Opini Guru Besar Anti-TWK
Menghapus Asimetris...
Menghapus Asimetris Relasi di Hari Buruh
Pertempuran Sungai Nil,...
Pertempuran Sungai Nil, Perebutan Energi Sumber Daya Alam
Akhir Ramadan, Sportifitas...
Akhir Ramadan, Sportifitas dan Optimisme
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved