Mendagri Minta Bareskrim Usut Hoaks Surat Suara Tercoblos

Kamis, 03 Januari 2019 - 12:58 WIB
Mendagri Minta Bareskrim...
Mendagri Minta Bareskrim Usut Hoaks Surat Suara Tercoblos
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) untuk mengusut tuntas kasus penyebaran hoaks tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos.

Tjahjo juga menegaskan dukungannya kepada komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan melaporkan kasus hoaks itu ke Bareskrim.

"Saya mendukung penuh," katanya di Gedung Bareskrim Polri, Kompleks Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur Nomor 16, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2019).

Tjahjo juga meminta Bareskrim untuk mengusut tuntas siapa yang menyebarkan kabar hoaks adanya 31 juta data siluman. Padaha tidak ada satu pun data siluman.

Dia menilai dua kabar hoaks itu telah meresahkan dan opini ini sudah beredar di tengah masyarakat. Informasi hoaks ini dikatakannya akan menggangu proses konsolidasi demokrasi.

"Yang saya yakin KPU sudah melaksanakan secara transparan, terbuka, sesuai dengan aturan undang-undang yang ada," tandas Tjahjo. (Baca juga: KPU Pastikan Kabar 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos di Priok Hoaks )

Kedua isu tersebut dinilainya juga menciderai partai politik yang merupakan peserta pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden dan wakil presiden.

"Sebagai Mendagri, saya minta resmi kepada Bapak Kabareskrim mengusut tuntas mencari siapa yang menyebarkan kabar itu," ungkap Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo juga meminta kepada Kabareskrim untuk mengusut siapa saja yang telah memfitnah Presiden Joko Widodo. Karena nama Jokowi disebutkan terkait isu adanya 7
kontainer surat suara tercoblos dan 31 juta data siluman.

"Racun demokrasi harus kita lawan, itu politik uang, kampanye yang berujar kebencian, sara fitnah harus disetop. Apalagi yang memfitnah lambang negara, saya minta kepada Pak Kabareskrim siapa pun harus dicari dan mengusut siapa yang memfitnah pak Jokowi sebagai presiden bukan sebagai capres," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Kemendagri Libatkan...
Kemendagri Libatkan Pakar Analisis Variabel dan Indikator Penilaian Kota Bersih
BSKDN Tekankan Kualitas...
BSKDN Tekankan Kualitas Kepemimpinan Kepala Daerah Menentukan Kesejahteraan Masyarakat
Kepala BSKDN Beberkan...
Kepala BSKDN Beberkan 4 Fungsi Penting Command Center
Dirjen Kemendagri Bertemu...
Dirjen Kemendagri Bertemu CIRDAP, Apa yang Dibahas?
Litbang Kemendagri Berubah...
Litbang Kemendagri Berubah Jadi BSKDN, Eko: Kita Harus Berkolaborasi
Kemendagri Ubah Warna...
Kemendagri Ubah Warna Seragam Satlinmas, Tak Lagi Berwarna Hijau
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Khasiat Surat Abasa,...
Khasiat Surat Abasa, Salah Satunya Mendapat Kebaikan di Perjalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved