Kubu Jokowi Bilang Enggak Ada Untungnya Ganggu Demokrat-Gerindra
Minggu, 23 Desember 2018 - 17:42 WIB
Kubu Jokowi Bilang Enggak Ada Untungnya Ganggu Demokrat-Gerindra
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyesalkan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta jangan mengganggu hubungan Demokrat dan Gerindra.
Menurut Hasto, dari survei internal PDIP sejalan dengan hasil survei LSI Denny JA yang menyebut antara PDIP dan Demokrat tidak saling beririsan.
"Sehingga sekali lagi tidak ada untungnya bagi kami untuk mengganggu pihak demokrat karena yang saling beririsan itu justru antara gerindra dan demokrat," tegas Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta 22 Desember 2018.
Lebih jelasnya, kata Hasto, yang beririsan itu antara Golkar, Gerindra, Demokrat dan Nasdem. Sehingga menurutnya, jika suara Gerindra yang naik, maka suara Demokrat yang akan turun. Sebaliknya, Demokrat akan naik jika Gerindra turun suaranya.
"Golkar punya peluang naik, nasdem akan punya peluang naik apabila gerimdra turun. Itu hubungannya," ujarnya.
Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menganggap pernyataan SBY tersebut tidak mendasar. Maka itu, Hasto mengimbau agar pemimpin politik itu harus menyampaikan narasi politik yang membangun, bukan melontarkan pernyataan yang membuat kecurigaan semua pihak.
Menurut Hasto, di internal parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf sendiri cukup menggembiarakan karena elektabilitas koalisi Indonesia Kerja semakin mengalami peningkatan.
"Karena pak Jokowi ini sangat responsif dan kami temukan dalam safari politik Banten kemarin, ternyata dengan kebijakan pak Jokowi yang memberikan perhatian di seluruh daerah yang menempatkan pembangunan dari pinggiran dari desa itu sangat diapresiasi," tandasnya.
Menurut Hasto, dari survei internal PDIP sejalan dengan hasil survei LSI Denny JA yang menyebut antara PDIP dan Demokrat tidak saling beririsan.
"Sehingga sekali lagi tidak ada untungnya bagi kami untuk mengganggu pihak demokrat karena yang saling beririsan itu justru antara gerindra dan demokrat," tegas Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta 22 Desember 2018.
Lebih jelasnya, kata Hasto, yang beririsan itu antara Golkar, Gerindra, Demokrat dan Nasdem. Sehingga menurutnya, jika suara Gerindra yang naik, maka suara Demokrat yang akan turun. Sebaliknya, Demokrat akan naik jika Gerindra turun suaranya.
"Golkar punya peluang naik, nasdem akan punya peluang naik apabila gerimdra turun. Itu hubungannya," ujarnya.
Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menganggap pernyataan SBY tersebut tidak mendasar. Maka itu, Hasto mengimbau agar pemimpin politik itu harus menyampaikan narasi politik yang membangun, bukan melontarkan pernyataan yang membuat kecurigaan semua pihak.
Menurut Hasto, di internal parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf sendiri cukup menggembiarakan karena elektabilitas koalisi Indonesia Kerja semakin mengalami peningkatan.
"Karena pak Jokowi ini sangat responsif dan kami temukan dalam safari politik Banten kemarin, ternyata dengan kebijakan pak Jokowi yang memberikan perhatian di seluruh daerah yang menempatkan pembangunan dari pinggiran dari desa itu sangat diapresiasi," tandasnya.
(maf)