Pembantaian 31 Pekerja oleh OPM Dinilai ancaman Serius Kedaulatan NKRI

Rabu, 05 Desember 2018 - 05:13 WIB
Pembantaian 31 Pekerja...
Pembantaian 31 Pekerja oleh OPM Dinilai ancaman Serius Kedaulatan NKRI
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Arwani Thomafi mengaku prihatin atas peristiwa penembakan terhadap 31 pekerja Istaka Karya yang tengah mengerjakan proyek jembatan di Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pihak aparat harus segera mengendalikan keadaan serta memastikan soal jumlah korban mengingat kesimpangsiuran informasi.

"Peristiwa ini menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI dan jalannya program pembangunan di Papua yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Motif penyerangan itu sudah bukan lagi kriminal biasa tapi membuat teror bagi keamanan nasional dan ancaman terhadap NKRI," ujarnya melalui rilis yang diterima SINDOnews, Selasa (4/12/2018).

Dia meminta aparat keamanan bersikap tegas. Menurutnya penyerangan ini harus dihentikan. Jangan sampai negara kalah oleh teror gerombolan bersenjata yang mengancam NKRI.

"Jika motifnya bukan lagi kriminal biasa maka perlu pelibatan secara maksimal aparat TNI. Meski tidak mengesampingkan peran Polri dalam pemulihan keamanan di Papua. Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa eksistensi gerakan separatis di Papua masih ada," tegasnya.

Ketua Fraksi PPP di MPR ini pun mendorong Polri dan TNI untuk meningkatkan pengamanan khususnya di daerah zona merah dan tempat-tempat proyek strategis khususnya di daerah-daerah yang potensi kerawanannya tinggi. Kejadian yang menimpa pekerja Istaka Karya harus menjadi sinyal untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Mendorong Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk meningkatkan deteksi dini khususnya di daerah-daerah rawan keamanan," pungkas politikus PPP ini.

Arwani menambahkan peristiwa ini tidak boleh membuat surut niat baik pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan di Papua dan daerah-daerah lain. Tentu dengan jaminan aparat keamanan, agar peristiwa serupa tidak terjadi terhadap pekerja yang tengah membangun infrastruktur di Papua.

"Harus ada jaminan keselamatan dan keamanan bagi semua pekerja dan juga masyarakat di Papua," tutup dia.
(kri)
Berita Terkait
Menanti Jaminan Keamanan...
Menanti Jaminan Keamanan di Papua
Gangguan Keamanan dari...
Gangguan Keamanan dari OPM Hambat Distribusi Bantuan Bencana Kelaparan Ekstrem di Papua Tengah
Selalu Ganggu Keamanan,...
Selalu Ganggu Keamanan, Bukti KKSB Tak Dukung Kesejahteraan Papua
Pengamat Sarankan Penanganan...
Pengamat Sarankan Penanganan OPM Melalui Pendekatan Keamanan yang Terukur
Komnas HAM Kumpulkan...
Komnas HAM Kumpulkan Fakta Rentetan Kekerasan dan Keamanan di Papua
Pengamat Keamanan Desak...
Pengamat Keamanan Desak Pemerintah Tindak Tegas OPM
Berita Terkini
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Infografis
Daftar 5 Kapolres Baru...
Daftar 5 Kapolres Baru Dilantik oleh Kapolda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved