Pengamat Sarankan Penanganan OPM Melalui Pendekatan Keamanan yang Terukur

Selasa, 01 Desember 2020 - 13:42 WIB
loading...
Pengamat Sarankan Penanganan...
Analis Politik Internasional dan Resolusi Konflik, Adriana Elisabeth menyarankan pemerintah menggunakan pendekatan keamanan yang terukur dalam menangani Organisasi Papua Merdeka (OPM). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Analis Politik Internasional dan Resolusi Konflik, Adriana Elisabeth mengatakan, 1 Desember menjadi momentum untuk menunjukkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih ada.

”Aktivitas gerakan mereka terjadi setiap hari. Termasuk perang kognitif yang terus dibangun (kelompok OPM) melalui media sosial," ujar Adriana saat dihubungi SINDOnews, Selasa (1/12/2020). (Baca juga: Soal Usulan Fadli Zon, Pengamat: Panglima Tak Harus Berkantor di Papua)

Hal itu dikatakan Adriana merespons pernyataan politikus Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyarankan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkantor di Papua untuk mengantisipasi kemungkinan aksi dari OPM pada 1 Desember ini. Adriana menjelaskan gerakan atau sayap bersenjata OPM (TPNPB atau KKB/KKSB) berbeda strategi dengan kelompok ideologis lainnya, meskipun agenda politik mereka sama-sama untuk memerdekakan diri dari NKRI. Untuk itu, perempuan yang juga pemerhati Papua ini menilai, penanganan OPM disesuaikan dengan cara mereka bergerak. (Baca juga: 1 Desember, Warganet Suarakan #PapuaIndonesia)

Dia menegaskan, penanganan ini tak semudah memindahkan kantor pucuk pimpinan militer. "Misalnya melalui diplomasi publik dan pendekatan keamanan yang terukur artinya jangan sampai mengorbankan masyarakat sipil di Papua," tandasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved