Ungkap Niat Ahok, Pengamat Nilai PDIP Coba Pikat Ahoker

Rabu, 28 November 2018 - 19:16 WIB
Ungkap Niat Ahok, Pengamat...
Ungkap Niat Ahok, Pengamat Nilai PDIP Coba Pikat Ahoker
A A A
JAKARTA - Pernyataan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat yang menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan bergabung dengan PDIP dinilai sebagai upaya untuk mendongkrak suara partai tersebut.

Sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta yang populer dan memiliki pendukung setia, Ahok dianggap memiliki magnet elektoral bila bergabung dengan PDIP.

"Bisa jadi upaya PDIP untuk kembali mengambil cerug segmen pemilih Ahoker (pendukung Ahok-red). Ahoker ini kan juga banyak," kata Direktur Eksekutif Vox Pol Center Pangi Syarwi Chaniago kepada SINDOnews, Rabu (28/11/2018).
(Baca juga: Djarot Beberkan Keinginan Ahok Masuk PDIP )Meski punya banyak pendukung "garis keras", Pangi menilai tetap ada risiko bagi PDIP mengambil Ahok. Salah satunya muncul kesan PDIP memberikan ruang bagi seorang mantan penista agama.

"PDIP saya pikir agak nekat juga, namun tetap pemilih basis PDIP makin kuat dan solid ketika menarik Ahok ke gelanggang PDIP," ucap Pangi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon tidak mempermasalahkan niat Ahok bergabung dengan PDIP setelah selesai menjalani hukuman.

Lagipula, kata Fadli Zon, setiap orang memiliki hak untuk masuk ke partai mana pun. "Habitatnya kan memang di sana, jadi yak enggak ada masalah," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Legislator asal Bogor Jawa Barat ini pun menilai Ahok cocok menjadi kader PDIP. "Lebih dekat ke sana (PDIP-red)," kata wakil ketua DPR itu.

Kabar Ahok bakal masuk partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam acara konsolidasi pemenangan Pemilu 2019 di DPC PDIP Sleman, beberapa waktu lalu. Saat ini Ahok masih menjalani masa penahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat akibat kasus penistaan agama.

Sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo (Jokowi) yang maju sebagai calon presiden di Pilpres 2014 lalu, Ahok pernah menjadi kader beberapa partai. Dia memulai dari kader Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), kemudian Partai Golkar, lalu Partai Gerindra.
(dam)
Berita Terkait
Beredar Mosi Tidak Percaya...
Beredar Mosi Tidak Percaya Kader PDIP Surabaya terhadap Whisnu Sakti
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Megawati: Kader PDIP...
Megawati: Kader PDIP Harus Kerja Keras dan Bangun Kepekaan Terhadap Persoalan Rakyat
PDIP Lihat Dukungan...
PDIP Lihat Dukungan Nyata Masyarakat terhadap Ganjar Pranowo
Nyinyiran Ruhut Sitompul...
Nyinyiran Ruhut Sitompul terhadap Anies Baswedan Rugikan PDIP
Berita Terkini
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Gus Yaqut Segera Disidang...
Gus Yaqut Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Penyidik Polri Datangi...
Penyidik Polri Datangi Gedung Pidsus Kejagung, Bawa Koper Besar
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved