Wiranto Minta Pernyataan tentang Pancasila Tak Dipelintir
Jum'at, 02 November 2018 - 14:41 WIB
Wiranto Minta Pernyataan tentang Pancasila Tak Dipelintir
A
A
A
BOGOR - Menteri Koordiantor Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta, peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, tidak diputarbalikkan dengan pidato tentang ideologi Pancasila dan NKRI.
Wiranto mengatakan, pascaperistiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid itu, dia sering mendapati pernyataannya tentang ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dipelintir.
"Saya kira jangan sampai sesuatu dipelintir. Ini kan pelintiran banyak," kata Wiranto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).
Wiranto bercerita, dalam suatu ceramah di Bandung, ia mengatakan ideologi Pancasila adalah milik bangsa Indonesia. Sehingga masyarakat hidup di NKRI ini dengan ideologi negara yang bernama Pancasila. Dalam ceramah itu, Wiranto juga mengatakan siapapun yang tidak setuju, yang punya ideologi lain, silakan cari tempat lain selain NKRI.
Ceramah Wiranto tersebut lantas dipelintir menjadi, Wiranto: Siapa yang mencintai tauhid hengkang dari Indonesia.
"Ini cara-cara ini yang tidak bagus, yang membuat masyarakat menjadi bingung. Masak Pak Wiranto sendiri yang ngusir orang-orang yang mencintai tauhid, saya orang Islam juga, yang mencintai tauhid juga Islam, dan saya juga mencintai tauhid. Masak ngusir orang-orang sendiri," kata Wiranto.
"Tapi (perlintiran) seperti ini dibuat supaya masyarakat kacau dan seperti ini. Saya mengharapkan masyarakat jangan langsung percaya. Jangan langsung kemudian menjustifikasi ini benar. Saya sudah menolak pernyataan itu, saya enggak pernah mengucapkan itu, tapi kenyataannya kan tetap beredar," imbuh dia.
Wiranto mengatakan, pascaperistiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid itu, dia sering mendapati pernyataannya tentang ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dipelintir.
"Saya kira jangan sampai sesuatu dipelintir. Ini kan pelintiran banyak," kata Wiranto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).
Wiranto bercerita, dalam suatu ceramah di Bandung, ia mengatakan ideologi Pancasila adalah milik bangsa Indonesia. Sehingga masyarakat hidup di NKRI ini dengan ideologi negara yang bernama Pancasila. Dalam ceramah itu, Wiranto juga mengatakan siapapun yang tidak setuju, yang punya ideologi lain, silakan cari tempat lain selain NKRI.
Ceramah Wiranto tersebut lantas dipelintir menjadi, Wiranto: Siapa yang mencintai tauhid hengkang dari Indonesia.
"Ini cara-cara ini yang tidak bagus, yang membuat masyarakat menjadi bingung. Masak Pak Wiranto sendiri yang ngusir orang-orang yang mencintai tauhid, saya orang Islam juga, yang mencintai tauhid juga Islam, dan saya juga mencintai tauhid. Masak ngusir orang-orang sendiri," kata Wiranto.
"Tapi (perlintiran) seperti ini dibuat supaya masyarakat kacau dan seperti ini. Saya mengharapkan masyarakat jangan langsung percaya. Jangan langsung kemudian menjustifikasi ini benar. Saya sudah menolak pernyataan itu, saya enggak pernah mengucapkan itu, tapi kenyataannya kan tetap beredar," imbuh dia.
(maf)