PDIP: Jokowi Sangat Aware dengan Ekonomi Digital
Sabtu, 27 Oktober 2018 - 23:16 WIB
PDIP: Jokowi Sangat Aware dengan Ekonomi Digital
A
A
A
JAKARTA - Di era Presiden Joko Widodo, ekonomi berbasiskan internet atau ekonomi digital berkembang pesat. Bisnis start-up menjadi tren yang sangat digandrungi anak muda. Ke depan, pemerintah ingin terus menumbuhkan sektor ini.
Direktur Jenderal Aplikasi Informasika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Semual Abrijani Pangerapan mengatakan, pemerintah sangat mendukung berkembangnya ekonomi digital, khususnya bisnis start up di tanah air.
"Kita permudah regulasinya, perlindungan kepada konsumen serta jaminan jaringan. Selain itu, kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program kominfo yakni digital talent," ujar Semual seusai menjadi pembicara dalam Diskusi Bisnis Start Up Anak Muda yang digelar DPP PDIP dengan Tema Menuju Indonesia Maju di Jakarta, Sabtu (27/10/2018).
Dalam diskusi ini turut hadir CEO Wahyo Peter Shearer Setiawan, Chief operating officer Awan Tuinia Windy Natriavi, CEO Star Up Channel Richard Buntario, COO PT Lewat Pasar Indonesia Aria Winata, CEO Aku Pintar Lutvianto Pebri Handoka, COO PT Baboo Digital Indonesia Rahmawati Dzaelani, CTO PT Jojonomic Indonesia Abdul Qifi Sangadji.
Semual menuturkan, pemerintahan Jokowi ingin mengubah paradigma anak muda. Arahnya agar semakin banyak anak muda Indonesia terjun ke bisnis digital (star up). "Dulu, anak muda kebanyakan bercita-cita menjadi PNS, polisi atau di pemerintahan. Ke depan, harus diubah. Anak muda harus lebih banyak yang menjadi pengusaha," ujarnya.
Apabila jumlah anak muda yang menjadi pengusaha di Indonesia mendominasi, maka pengangguran rendah sekali. Tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia juga semakin terjamin. "Dengan banyaknya anak muda yang menjadi pengusaha, bisa mempekerjakan temannya. Jadi, pengangguran berkurang," kata Semual.
Semual melanjutkan, pilihan menjadi pengusaha digital, sangatlah tepat. Lantaran tak perlu modal besar. Yang diperlukan adalah gagasan, inovasi serta ide-ide yang brilian. Ditambah kerja keras serta ketekunan. "Ide bisa dikembangkan menjadi bisnis start up. Karena tidak perlu modal besar. Artinya, internet itu sangat bermanfaat untuk membangun perekonomian Indonesia," kata dia.
Ketua Panitia Perayaan Sumpah Pemuda, Nico Siahaan mengatakan, PDIP tidak pragmatis, merapat ke anak muda karena urusan pemilu saja. Namun, PDIP ingin menjadi rumah besar bagi anak muda alias kelompok milenial. "PDIP tidak ingin hanya memanfaatkan anak muda sebagai pemilih dalam pemilu saja. Kita ingin menjadikan partai sebagai rumah besar anak muda," kata Nico.
"Dan, itu tercermin dari kepemimpinan Jokowi yang sangat aware dengan ekonomi digital. Yang menjadi dambaannya generasi milenial. Melalui diskusi ini, PDIP ingin memompa semangat anak muda untuk berani menjadi pengusaha digital," ujar Nico.
Anggota Komisi X DPR ini memaparkan, ekonomi digital akan menjadi urat nadi di masa depan. Untuk itu, Indonesia perlu mempersiapkannya sejak dini. Agar, Indonesia bisa menjadi pemain besar di dunia. "Saat ini kita patut berbangga karena pemain besar bisnis digital beerasal dari Indonesia. Ke depan perlu ditingkatkan lagi. Tentunya ini perlu dukungan dari pemimpin yang mengerti," ucap Nico.
Direktur Jenderal Aplikasi Informasika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Semual Abrijani Pangerapan mengatakan, pemerintah sangat mendukung berkembangnya ekonomi digital, khususnya bisnis start up di tanah air.
"Kita permudah regulasinya, perlindungan kepada konsumen serta jaminan jaringan. Selain itu, kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program kominfo yakni digital talent," ujar Semual seusai menjadi pembicara dalam Diskusi Bisnis Start Up Anak Muda yang digelar DPP PDIP dengan Tema Menuju Indonesia Maju di Jakarta, Sabtu (27/10/2018).
Dalam diskusi ini turut hadir CEO Wahyo Peter Shearer Setiawan, Chief operating officer Awan Tuinia Windy Natriavi, CEO Star Up Channel Richard Buntario, COO PT Lewat Pasar Indonesia Aria Winata, CEO Aku Pintar Lutvianto Pebri Handoka, COO PT Baboo Digital Indonesia Rahmawati Dzaelani, CTO PT Jojonomic Indonesia Abdul Qifi Sangadji.
Semual menuturkan, pemerintahan Jokowi ingin mengubah paradigma anak muda. Arahnya agar semakin banyak anak muda Indonesia terjun ke bisnis digital (star up). "Dulu, anak muda kebanyakan bercita-cita menjadi PNS, polisi atau di pemerintahan. Ke depan, harus diubah. Anak muda harus lebih banyak yang menjadi pengusaha," ujarnya.
Apabila jumlah anak muda yang menjadi pengusaha di Indonesia mendominasi, maka pengangguran rendah sekali. Tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia juga semakin terjamin. "Dengan banyaknya anak muda yang menjadi pengusaha, bisa mempekerjakan temannya. Jadi, pengangguran berkurang," kata Semual.
Semual melanjutkan, pilihan menjadi pengusaha digital, sangatlah tepat. Lantaran tak perlu modal besar. Yang diperlukan adalah gagasan, inovasi serta ide-ide yang brilian. Ditambah kerja keras serta ketekunan. "Ide bisa dikembangkan menjadi bisnis start up. Karena tidak perlu modal besar. Artinya, internet itu sangat bermanfaat untuk membangun perekonomian Indonesia," kata dia.
Ketua Panitia Perayaan Sumpah Pemuda, Nico Siahaan mengatakan, PDIP tidak pragmatis, merapat ke anak muda karena urusan pemilu saja. Namun, PDIP ingin menjadi rumah besar bagi anak muda alias kelompok milenial. "PDIP tidak ingin hanya memanfaatkan anak muda sebagai pemilih dalam pemilu saja. Kita ingin menjadikan partai sebagai rumah besar anak muda," kata Nico.
"Dan, itu tercermin dari kepemimpinan Jokowi yang sangat aware dengan ekonomi digital. Yang menjadi dambaannya generasi milenial. Melalui diskusi ini, PDIP ingin memompa semangat anak muda untuk berani menjadi pengusaha digital," ujar Nico.
Anggota Komisi X DPR ini memaparkan, ekonomi digital akan menjadi urat nadi di masa depan. Untuk itu, Indonesia perlu mempersiapkannya sejak dini. Agar, Indonesia bisa menjadi pemain besar di dunia. "Saat ini kita patut berbangga karena pemain besar bisnis digital beerasal dari Indonesia. Ke depan perlu ditingkatkan lagi. Tentunya ini perlu dukungan dari pemimpin yang mengerti," ucap Nico.
(wib)