Simpulkan Peluru Nyasar di Ruang Anggota DPR Dinilai Terlalu Instan

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:26 WIB
Simpulkan Peluru Nyasar...
Simpulkan Peluru Nyasar di Ruang Anggota DPR Dinilai Terlalu Instan
A A A
JAKARTA - Anggota DPR Wenny Warouw memprotes kesimpulan Kepolisian yang menyebut proyektil yang menembus kaca ruangannya adalah peluru nyasar. Menurutnya, kesimpulan itu terlalu singkat.

Seharusnya kata dia, polisi melakukan penyelidikan dan membawa proyektil tersebut ke laboratorium forensik untuk mengetahui jenis dan ukurannya. Lalu menemukan pelaku penembaknya dan ditanya motif yang bersangkutan.

"Itu yang benar, jangan bilang ini nyasar, itu enggak boleh, seolah-olah itu menghilangkan jejak. Jangan dong. Coba kalau seperti yang di lantai 13 tembus dinding lagi. Coba kalu tembus kepalanya, masa bilang peluru nyasar? Itu enggak boleh polisi mempercepat cerita seperti itu," ujar Wenny di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Keterangan polisi bahwa peluru tersebut berasal dari Lapangan Perbakin juga dipertanyakan Wenny. "Pistol jarak sekian ratus meter? Pistol apa itu? Mau pakai golok , mau pake pistol apapun itu terlalu cepat mempersingkat cerita nggak boleh itu. Dia harus membuktikan dulu. Kalau itu pernyataannya itu saya protes," tegas politikus Partai Gerindra ini.

Wenny yang berpengalaman dalam menembak tidak percaya kalau peluru tersebut berasal dari sebuah pistol. Menurutnya peluru itu berasal dari senjata dari laras panjang. "Mungkin, yang sering digunakan oleh sniper tapi itu bukan jawaban pasti, saya serahkan kepada penyidik jenis senjatanya itu apa," tambah dia.

Dia pun menduga, penembakan itu sudah terukur. Bahkan dia curiga peluru tersebut bukan berasal dari Lapangan Perbakin.

Sebab dari pernyataan pengurus Perbakin bernama Anom yang langsung ke ruangannya pasca kejadian, posisi arah Lapangan Tembak dan ruangannya tidak selaras.

"Dia lihat lapangan tembak sebelah kiri, lobangnya lurus dengan kaca. wah ini bukan dari lapangan tembak, tapi kalau ada peluru nyasar dari lapangan tembak, pelurunya di remot kali," katanya.
(maf)
Berita Terkait
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Sumpah/Janji Anggota...
Sumpah/Janji Anggota DPR yang Diucapkan Sebelum Memangku Jabatan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
Najwa Shihab Kritik...
Najwa Shihab Kritik DPR, Politikus PDIP Arteria Dahlan Tuntut Minta Maaf
Berita Terkini
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Infografis
5 Anggota NATO Terlemah...
5 Anggota NATO Terlemah di 2025, Ada Negara Paling Aman di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved