Kritisi Revolusi Mental Jokowi, HNW Diminta Buka Hati dan Pikiran

Kamis, 27 September 2018 - 14:41 WIB
Kritisi Revolusi Mental...
Kritisi Revolusi Mental Jokowi, HNW Diminta Buka Hati dan Pikiran
A A A
JAKARTA - Kritik Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) terhadap dimasukkannya revolusi mental dalam visi misi pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin ditanggapi oleh Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru.

Dia pun meminta HNW menggunakan hati dalam menilai revolusi mental. "Dengan segala hormat untuk Hidayat Nur Wahid, bukalah mata hati dan pikiran, jika negara lain memuji bangsa kita, kenapa Anda tidak?" kata pria yang akrab disapa Gus Falah ini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/9/2018).

Menurut dia, seharusnya HNW paham bahwa Revolusi Mental bukan program instan dan harus didukung semua pihak. Dia menambahkan, Revolusi Mental berakar dari narasi cinta Tanah Air, agar bangsa Indonesia hadir sebagai bangsa pelopor, berprestasi dan memiliki budi pekerti yang baik.

Adapun turunan dari pada itu adalah mewujudkan peningkatan taraf peradaban bangsa. "Revolusi mental adalah fundamen dalam upaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPR itu.

Dia melanjutkan, revolusi mental bukan program jangka pendek lima tahunan. "Program itu memerlukan jiwa dan rasa yang memahami amanat penderitaan rakyat," ujar Gus Falah.

(Baca juga: HNW Kritisi Revolusi Mental di Visi Misi Jokowi-Ma'ruf)


Sedangkan ukuran sukses program Revolusi Mental itu, menurut dia, bukan soal rasa personal. Namun, kesuksesan program Revolusi Mental harus dilihat dari cakupan yang lebih luas.

Dia pun memberikan contoh, kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah salah satu bukti kesuksesan revolusi mental hingga banyak mendapat pujian dari dunia. Pasalnya, para atlet berlaga penuh semangat sebagai bangsa pemenang, masyarakat yang ramah pada kontingen negara lain, serta relawan yang bangga melayani.

"Revolusi mental juga mengakar pada harkat dan martabat bangsa. Pak Jokowi menggelorakan itu. Pembukaan Asian Games yang penuh dengan tradisi kebudayaan itu adalah bagian Revolusi Mental," katanya.

Maka itu, dia berpendapat, menjadi aneh jika HNW nampak tidak mendukung program Revolusi Mental. Padahal lanjut dia, HNW sebagai Wakil Ketua MPR seharusnya turut menyukseskan Revolusi Mental untuk Indonesia yang lebih baik.
(maf)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved