Ma'ruf Amin: Khilafah Bukan Ditolak, tapi Tertolak

Selasa, 18 September 2018 - 18:51 WIB
Maruf Amin: Khilafah...
Ma'ruf Amin: Khilafah Bukan Ditolak, tapi Tertolak
A A A
JAKARTA - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin menyatakan Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla telah berhasil membangun landasan dan tonggak kemajuan Indonesia.

Dia berharap, landasan yang telah dibangun Jokowi bisa mengantarkan Indonesia sejahtera pada tahun 2024.

"Saya ingin bantu Pak Jokowi untuk capai Indonesia lebih sejahtera. Saya berharap lima tahun ini menyiapkan landasan supaya 2024 nanti Indonesia sudah bisa tinggal landas," ucap Ma'ruf di Jakarta Concert Halla, iNews Center, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Ma'ruf mengatakan, ada tiga persoalan yang bisa menjadi batu sandungan mewujudkan cita-cita kesejahteraan tersebut di antaranya konflik ideologis.

Ma'ruf mengatakan, dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila merupakan titik temu. Pancasila merupakan hasil kesepakatan bangsa Indonesia. Karenanya, saat ada pihak yang berbicara khilafah maka secara otomatis wacana tersebut tertolak.

"Saya bilang khilafah bukan ditolak, tapi tertolak. Ter, itu artinya otomatis, tidak bisa masuk ke Indonesia karena Indonesia negara kesepakatan. Karena Indonesia negara republik, selain republik tertolak," kata Ma'ruf.

Agar Indonesia bisa tinggal landas, lanjut Ma'ruf, bangsa ini juga harus aman dan damai. Tanpa keamanan dan kedamaian, kekayaan dan potensi alam yang dimiliki Indonesia tidak bisa dioptimalkan.

Lantas, apa syaratnya menjadi bangsa yang aman dan damai?

Ma'ruf mengatakan, bangsa ini harus memupuk rasa saling pengertian antar sesama. "Kalau saling pengertian, jangankan benar, salah pun bisa dimaklumi. Kalau tak saling pengertian, benar pun digoreng sana-sini supaya salah," kata Ma'ruf.

Kondisi politik yang kondusif juga menjadi faktor penting dalam membangun Indonesia. Ma'ruf mengatakan, kegaduhan politik yang terjadi sepanjang tahun bisa menghambat pembangunan.

"Dalam perpolitikan itu seharuanya gaduh itu diujung saja, di pilpres saja. Bukan dari awal gaduh, ganti presiden ganti presiden," kata Ma'ruf.
(dam)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
PAN Ungkap Pernah Diveto...
PAN Ungkap Pernah Diveto Amien Rais Ketika Ingin Gabung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Arkeolog Pecahkan Misteri...
Arkeolog Pecahkan Misteri Kutukan Firaun, Ternyata Bukan Sihir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved