Yusril Sebut Petahana Tak Perlu Cuti, PBB: Itu Pendapat Akademisi
Senin, 10 September 2018 - 19:01 WIB
Yusril Sebut Petahana Tak Perlu Cuti, PBB: Itu Pendapat Akademisi
A
A
A
JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) hingga saat ini belum memutuskan arah dukungan. PBB masih menunggu hasil Ijtimak Ulama II. Namun pernyataan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra soal calon presiden petahana tak perlu berhenti atau cuti punya pesan politik yang tegas.
Sekjen PBB Afriansyah Noor mengatakan, pernyataan tersebut adalah pendapat akademik Yusril sebagai pakar di bidang hukum tatanegara. Pandangan seorang negarawan yang melihat persolan bangsa dan negara secara objektif, dengan kedepankan kepentingan bangsa.
"Sikap Pak Yusril sebagai akademisi, biasanya sejalan dengan sikap politiknya. Beliau tidak pernah 'split personality' dalam bersikap. Karena bagi beliau, seorang politisi haruslah mendasarkan sikap politiknya pada intelektualisme. Jadi, di sini bisa dibaca kemana arah politik Pak Yusril dan PBB," kata Afriansyah melalui siaran pers, Senin (10/9/2018).
Hingga saat ini, PBB memang belum mengambil keputusan akan mendukung siapa. PBB sedang menunggu Ijtimak Ulama II agar pandangan PBB tidak bertabrakan dengan pandangan para ulama. Yang jelas, PBB akan berada dalam satu barisan dengan pasangan calon yang ada ulamanya.
Dalam memutuskan dukungan, PBB mempertimbangkan segala sesuatu dengan menimbang-nimbang kepentingan bangsa, negara dan umat Islam, tentunya kemaslahatan PBB sendiri sebagai partai Islam yang juga sekaligus sebagai partai kebangsaan.
"Manfaat dan mudarat dalam memberikan dukungan itu harus jelas, disasarkan kepada hitung-hitungan yang rasional," tandas Afriansyah.
Sekjen PBB Afriansyah Noor mengatakan, pernyataan tersebut adalah pendapat akademik Yusril sebagai pakar di bidang hukum tatanegara. Pandangan seorang negarawan yang melihat persolan bangsa dan negara secara objektif, dengan kedepankan kepentingan bangsa.
"Sikap Pak Yusril sebagai akademisi, biasanya sejalan dengan sikap politiknya. Beliau tidak pernah 'split personality' dalam bersikap. Karena bagi beliau, seorang politisi haruslah mendasarkan sikap politiknya pada intelektualisme. Jadi, di sini bisa dibaca kemana arah politik Pak Yusril dan PBB," kata Afriansyah melalui siaran pers, Senin (10/9/2018).
Hingga saat ini, PBB memang belum mengambil keputusan akan mendukung siapa. PBB sedang menunggu Ijtimak Ulama II agar pandangan PBB tidak bertabrakan dengan pandangan para ulama. Yang jelas, PBB akan berada dalam satu barisan dengan pasangan calon yang ada ulamanya.
Dalam memutuskan dukungan, PBB mempertimbangkan segala sesuatu dengan menimbang-nimbang kepentingan bangsa, negara dan umat Islam, tentunya kemaslahatan PBB sendiri sebagai partai Islam yang juga sekaligus sebagai partai kebangsaan.
"Manfaat dan mudarat dalam memberikan dukungan itu harus jelas, disasarkan kepada hitung-hitungan yang rasional," tandas Afriansyah.
(maf)