KPU-Bawaslu Sebut #2019GantiPresiden Legal, Begini Respon KSP

Selasa, 28 Agustus 2018 - 22:04 WIB
KPU-Bawaslu Sebut #2019GantiPresiden...
KPU-Bawaslu Sebut #2019GantiPresiden Legal, Begini Respon KSP
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai gerakan #2019GanriPresiden tidak termasuk dalam kategori kampanye dan tidak melanggar aturan.

Mengomentari hal itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, meski bukan bentuk pelanggaran Pemilu, gerakan tersebut adalah makar.

"Gerakan makar lah," kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
(Baca juga: DPR: Hak Menyatakan Pendapat Tak Boleh dipersekusi )Ngabalin menjelaskan alasan menyebut gerakan itu sebagai makar. #2019GantiPresien, Ngabalin menyebut tagar itu mulai efektif pada tanggal 1 Januari pukul 00.00 WIB. Lantas Ngabalin mengkaitkan frasa Ganti Presiden dengan fi'il amar, kata perintah dalam Bahasa Arab.

"Sekarang sedang berlangsung dan perintah. Perintah itu. Jadi KPU dan Bawaslu tidak punya kewenangan di situ," kata Ngabalin.
(Baca juga: Bawaslu Tegaskan #2019GantiPresiden Bagian dari Demokrasi )Tak hanya menyebut sebagai makar, Ngabalin juga menilai gerakan #2019GantiPresiden provokatif.

Ngabalin menilai, gerakan itu muncul lantaran lubu oposisi kehabisan akal ketika Joko Widodo menggandeng KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019. Merasa gagal menggunakan politik identitas dan politik aliran, Ngabalin menyebut opsisi memakai narasi #2019GantiPresiden.
(Baca juga: Neno Warisman Klaim #2019GantiPresiden Tak Didanai Parpol )
"Publik mengeri dan tak bisa dibodohi. Sudah nggak ada lagi politik identitas, sekarang dia mau cari apa lagi untuk menyerang pemerintah. Begitu KH Ma'ruf Amin jadi calon wakil presiden Pak Joko Widodo, mereka kalang kabut cari diksi," kata Ngabalin.
(pur)
Berita Terkait
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU: Honor Anggota KPPS...
KPU: Honor Anggota KPPS Pemilu 2024 Naik Dua Kali Lipat
Ngotot Ingin Gelar Pilkada...
Ngotot Ingin Gelar Pilkada 2020, Pemerintah Diingatkan Tragedi Pemilu 2019
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Berita Terkini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved