Indonesian Dream, Pancasila Harus Jadi Navigasi dan Pemersatu Bangsa

Selasa, 21 Agustus 2018 - 16:15 WIB
Indonesian Dream, Pancasila...
Indonesian Dream, Pancasila Harus Jadi Navigasi dan Pemersatu Bangsa
A A A
JAKARTA - Presiden INADATA Consulting Elwin Tobing mengatakan Pancasila harus dijadikan navigasi dan alat pemersatu untuk mengatasi pemersalahan dan tantangan bangsa.

Elwin Tobing dalam launching bukunya yang berjudul Indonesian Dream: Revitalisasi dan Realisasi Pancasila Sebagai Cita-Cita Bangsa di Perpustakan Nasional, Jakarta, Senin 20 Agustus 2018 mengatakan Indonesia saat ini seperti kehilangan arah karena bertahun-tahun dikungkung tantangan yang kompleks dan bahkan tidak pernah terpecahkan.

Dia menyebutkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang bertransformasi menjadi budaya, serta tendensi eksploitasi politik identitas, dan munculnya berbagai aksi teror yang dilakukan kelompok terror pun marak terjadi.

“Sulitnya Indonesia mengatasi masalah itu karena kita melihat Pancasila secara parsial, tidak utuh. Pancasila kini hanya dimaknai pasal per pasal,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, (21/8/2018).

Elwin menilai demokrasi hanya dilihat dalam sila ke-empat Pancasila sebagai dasar perjuangan dan sila ke-tiga hanya dilihat sebagai pendukung terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Dan yang ingin memperjuangkan Indonesia berdasarkan agama hanya menatap sila pertama sebagai pedoman," katanya.

Bahkan mirisnya, kata Elwin, Pancasila sekarang hanya dijadikan “wasit” dalam pertarungan kelompok yang mau menjadikan Indonesia negara agama dengan kelompok yang mau mempertahankan persatuan Indonesia. Indonesia menjadi terbelah, dimana satu pihak menawarkan jargon politik identitas dan pihak lain menggunakan slogan nasionalisme.

Akhirnya, Pancasila menjadi statis, terisolasi dan tidak menyentuh pribadi manusia Indonesia. “Itu karena kita melihat Pancasila sebagai dasar negara dan terlalu sibuk mengurus tatanan negara. Pancasila kurang menyentuh secara personal,” jelas Elwin.

Untuk itu, profesor dari Universitas Azusa Pacific, Amerika Serikat itu menegaskan permasalahan tersebut dapat diatasi jika rakyat Indonesia menjadikan Pancasila sebagai navigasi dalam memahami, memaknai dan menjiwai kehidupan sebagai warga negara Indonesia.

“Tujuan dari buku ini adalah untuk memberikan rasa tujuan kepada sesama Indonesia, yakni seperti apa artinya menjadi seorang Indonesia, dan apa yang perlu kita lakukan untuk memajukan manusia dan bangsa kita,” tutur Elwin yang pada 2009 menulis buku berjudul “The Indonesian Dream: The Persuit of a Winning Nation”.

“Yang benar-benar membuat kita sebagai suatu bangsa adalah persamaan nasib, adanya tujuan bersama yang telah jelas digariskan oleh Bapak Pendiri Bangsa di dalam Pancasila, serta adanya rasa kebersamaan untuk mencapai tujuan tersebut. Itulah esensi Indonesian Dream!” tambah Elwin.

Menurut Elwin, Indonesian Dream dapat diwujudkan dengan tiga modal, yaitu modal spiritual, modal sosial dan modal manusia. Modal spiritual adalah kapasitas individu dan kolektif yang dihasilkan melalui penegasan dan pemeliharaan nilai-nilai spiritual dalam diri setiap rakyat Indoneisa.

Lalu modal sosial adalah interaksi manusia yang dilandaskan atas adanya kepercayaan satu sama lain yang mendorong pemajuan demokrasi, kesejahteraan sosial ekonomi hingga pembangunan yang berkelanjutan.

“Ketiga adalah modal manusia yakni mentalitas, moralitas dan intelektualitas. Manusia yang bermental kuat, bermoral baik dan berpengetahuan sehingga dapat mengatasi permasalahan bangsa secara kreatif dan efektif di tengah persaingan global yang semakin ketat dan kompleks,” paparnya.
(kri)
Berita Terkait
Hari Kesaktian Pancasila:...
Hari Kesaktian Pancasila: Pengukuhan Ideologi Negara
Mengenal Pengertian...
Mengenal Pengertian Nilai Dasar Pancasila dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Penerapan Pancasila...
Contoh Penerapan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Kehidupan Masyarakat
Sejarah Pemberontakan...
Sejarah Pemberontakan DI/TII dan Latar Belakangnya
Keadaban dalam Bernegara...
Keadaban dalam Bernegara Hukum
Negara yang Menganut...
Negara yang Menganut Ideologi Komunis, Nomor 1 Pengaruhnya Mendunia
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved