Mahfud MD Tolak Golput Agar Orang Jahat Tak Jadi Pemimpin
Selasa, 21 Agustus 2018 - 15:36 WIB
Mahfud MD Tolak Golput Agar Orang Jahat Tak Jadi Pemimpin
A
A
A
JAKARTA - Gagal menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo (Jokowi) tak membuat mantan Ketua MK Mahfud MD apatis menyikapi kondisi politik di Tanah Air. Mahfud pun mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan hak pilihnya ketika Pilpres 2019.
Hal itu disampaikan Mahfud MD melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, Selasa (21/8/2018). Anggota Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengutip pemikiran Tokoh kebangsaan Franz Magnis Suseno bahwa memilih pemimpin bukan untuk mencari yang ideal, tetapi untuk menghalangi yang jahat jadi pemimpin.
"Tak perlu tafsir liar. Negara hrs berjalan, pemimpin hrs ada. Jd jgn golput, pilihlah 1 dari alternatif2 yg tersedia. Sulit ada pemimpin yg benar2 baik krn semua manusia pasti ada kelemahannya. Kata Franz Magnis: Bkn utk mencari yg ideal tp utk menghalangi yg jahat jd pemimpin," cuit Mahfud.
Dia menilai, menghindari kerusakan harus lebih diutamakan daripada meraih kebaikan. Karena itu, Mahfud mengajak masyarakat agar tidak golput dalam perhelatan akbar lima tahunan tersebut.
"Ada kaidah ushul fiqh: Dar’ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih, “Menghindari kerusakan/kejahatan hrs lbh diuatamakan daripada meraih kebaikan”. Jadi apa yg dikemukakan oleh Franz Magnis Suseno itu sama dgn kaidah ushul fiqh. Pesannya: memilihlah, jgn golput."
Diketahui, Mahfud MD menolak menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf saat memberikan pembekalan terhadap caleg PSI. Mahfud dikabarkan tak hanya menolak jadi ketua tim pemenangan kepada kubu Jokowi, juga kepada kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran Mahfud ingin fokus di BPIP.
Hal itu disampaikan Mahfud MD melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, Selasa (21/8/2018). Anggota Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini mengutip pemikiran Tokoh kebangsaan Franz Magnis Suseno bahwa memilih pemimpin bukan untuk mencari yang ideal, tetapi untuk menghalangi yang jahat jadi pemimpin.
"Tak perlu tafsir liar. Negara hrs berjalan, pemimpin hrs ada. Jd jgn golput, pilihlah 1 dari alternatif2 yg tersedia. Sulit ada pemimpin yg benar2 baik krn semua manusia pasti ada kelemahannya. Kata Franz Magnis: Bkn utk mencari yg ideal tp utk menghalangi yg jahat jd pemimpin," cuit Mahfud.
Dia menilai, menghindari kerusakan harus lebih diutamakan daripada meraih kebaikan. Karena itu, Mahfud mengajak masyarakat agar tidak golput dalam perhelatan akbar lima tahunan tersebut.
"Ada kaidah ushul fiqh: Dar’ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih, “Menghindari kerusakan/kejahatan hrs lbh diuatamakan daripada meraih kebaikan”. Jadi apa yg dikemukakan oleh Franz Magnis Suseno itu sama dgn kaidah ushul fiqh. Pesannya: memilihlah, jgn golput."
Diketahui, Mahfud MD menolak menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf saat memberikan pembekalan terhadap caleg PSI. Mahfud dikabarkan tak hanya menolak jadi ketua tim pemenangan kepada kubu Jokowi, juga kepada kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran Mahfud ingin fokus di BPIP.
(kri)