Soal Masa Jabatan Wapres, MK Diminta Tak Tabrak Aturan

Jum'at, 03 Agustus 2018 - 15:05 WIB
Soal Masa Jabatan Wapres,...
Soal Masa Jabatan Wapres, MK Diminta Tak Tabrak Aturan
A A A
JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang memutuskan uji materi pasal 169 huruf n UU No 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) terkait masa jabatan wakil presiden sebelum batas akhir pendaftaran pasangan capres-cawapres Pilpres 2019 pada 10 Agustus 2018.

Juru bicara MK Fajar Laksono menuturkan, sesuai UU No 24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi (MK), hakim konstitusi dapat memutus perkara pengujian undang-undang dalam waktu yang singkat. Meski begitu ia menegaskan batas akhir pendaftaran capres-cawapres tidak menjadi batasan bagi MK untuk memutus perkara.

Anggota Koalisi Selamatkan MK, Feri Amsari mengatakan, tradisi persidangan dan peraturan MK menghendaki agar MK fokus menyelesaikan perselisihan hasil Pilkada serta menghentikan persidangan pengujian UU.

Karena itu dia mengritik pernyataan jubir MK tersebut. "Saya merasa Jubir telah memposisikan dirinya dari hakim atau telah menjadi hakim ke-10 dan lebih tinggi jabatannya dari Sekjen MK karena menentang apa yg telah disampaikan Sekjen," katanya, Jumat (3/8).

Peneliti pada Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO ) Fakultas Hukum Universitas Andalas ini mengatakan, MK harusnya menjalankan apa yang sudah menjadi tradisi. Jangan sampai MK menjadi alat kepentingan dan menabrak atutan yang ada. "Jangan hanya karena kepentingan lalu semua harus menabrak aturan," katanya.

Menurutnya, MK dan para hakimnya tak boleh diatur-atur oleh pihak manapun. Hal ini terkait permintaan Jusuf Kalla (JK) yang meminta agar MK mengeluarkan putusan maksimal 10 Agustus mendatang. "Enggak boleh hakim diatur oleh pihak-pihak," tegasnya.

Dia kembali mengingatkan, sebelumnya Sekjen MK sudah menyampaikan bahwa persidangan Pengujian UU akan ditunda dan MK akan fokus kepada perselisihan hasil Pilkada.
(poe)
Berita Terkait
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Tanpa Proses Kocok Ulang,...
Tanpa Proses Kocok Ulang, Saldi Isra Kembali Jabat Hakim MK
Jelang Putusan Dugaan...
Jelang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Begini Kondisi Terkini di Gedung Mahkamah Konstitusi
Akademisi Nilai MK Terancam...
Akademisi Nilai MK Terancam Jadi Lembaga Perusak Konstitusi
MK Tolak Gugatan Syarat...
MK Tolak Gugatan Syarat Usia Minimal Hakim Konstitusi 55 Tahun
Putusan MK Diharapkan...
Putusan MK Diharapkan Diterima Semua Pihak
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
Mahfud MD: Revisi UU...
Mahfud MD: Revisi UU MK Perpanjang Masa Tugas Anwar Usman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved