Respons KPK Soal Lapas Koruptor di Pulau Terluar

Rabu, 25 Juli 2018 - 18:44 WIB
Respons KPK Soal Lapas...
Respons KPK Soal Lapas Koruptor di Pulau Terluar
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengatakan, pemerintah sudah menentukan pulau terluar Indonesia yang akan dibangun lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus narapidana (napi) korupsi, terorisme, sampai narkoba.

"Pemerintah sudah pilih pulau terluar untuk dibangun lapas khusus seperti kasus korupsi, terorisme hingga narkoba, karena lapas-lapas di Indonesia sekarang sudah terlalu penuh,” ungkap Wiranto di Gedung PPAD, Jakarta, Selasa (24/7/2018) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan respons dengan adanya wacana pembangunan Lapas khusus koruptor di bagian pulau terluar Indonesia.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyebut integritas petugas adalah permasalahan utama yang terjadi saat ini, bukan masalah lokasinya.

"Terkait dengan lokasi lapas, di pulau terluar, seperti di Nusakambangan atau di manapun poin yang menjadi concern dari KPK adalah memastikan tingkat keamanan dan integtitas orang-orang yang menyelenggarakan lapas tersebut," kata Febri dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

"Itu poin yang paling penting. Di mana pun posisi lapas kalau integritas kalapasnya dan para sipir atau para pegawainya tidak kuat, maka orang tersebut juga tahanan atau napi dapat keluar dengan mudah dengan berbagai alasan," tambahnya.

Maka Febri menekankan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) serta Ditjenpas seharusnya melakukan pembenahan secara menyeluruh dan konsisten. Salah satunya dengan memperkuat sistem keamanan dan terutama memperkuat integritas orang-orang yang mengelola lapas.

Hal ini kata Febri, karena jual beli fasilitas sel dan perizinan telah berulang kali terjadi. "Jadi jangan sampai ini terus berulang. Ini jadi catatan apa benar upaya perbaikan yang dilakukan Kemenkumham saat ini akan dilakukan secara serius atau hanya dalam waktu dekat karena tangkap tangan baru dilakukan KPK," tuturnya.

"Kami berharap itu dilakukan secara serius, bahkan KPK siap memfasilitasi kalau upaya pencegahan itu ingin dilakukan secara serius," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
KPK Eksekusi Hadi Setiawan...
KPK Eksekusi Hadi Setiawan ke Lapas Surabaya
Kasus Pungli di Rutan,...
Kasus Pungli di Rutan, KPK Periksa Tahanan Koruptor di Lapas Sukamiskin
KPK Serahkan Eks Kalapas...
KPK Serahkan Eks Kalapas Sukamiskin dan Barang Bukti ke JPU
Baru Bebas dari Lapas...
Baru Bebas dari Lapas Sukamiskin, Eks Wali Kota Cimahi Dijebloskan ke Rutan KPK
KPK Eksekusi Mantan...
KPK Eksekusi Mantan Dirkeu PT Angkasa Pura II ke Lapas Cibinong
Jaksa KPK Eksekusi Terpidana...
Jaksa KPK Eksekusi Terpidana Markus Nari ke Lapas Sukamiskin
Berita Terkini
Modus TPPO Semakin Kompleks,...
Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan
Agung Laksono: Jadi...
Agung Laksono: Jadi Ketum Kosgoro 1957, La Ode Bisa Dongkrak Suara Golkar
Kasasi Perkuat Vonis...
Kasasi Perkuat Vonis 1,5 Tahun Penjara, Razman Nasution: Saya Menerima Putusan MA
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Prabowo Kunjungi Prancis...
Prabowo Kunjungi Prancis saat Iduladha, Menlu Sugiono: Undangan dari Presiden Macron yang Sempat Tertunda
PDIP Ingatkan Syarat...
PDIP Ingatkan Syarat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Tidak Memberatkan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved