Pemilu 2019, Jokowi Minta Masyarakat Jeli Lihat Rekam Jejak Calon Pemimpin
Minggu, 15 Juli 2018 - 09:44 WIB
Pemilu 2019, Jokowi Minta Masyarakat Jeli Lihat Rekam Jejak Calon Pemimpin
A
A
A
SRAGEN - Berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia di masa datang akan semakin sulit, mulai dari perang dagang antarnegara, radikalisme, hingga revolusi industri. Untuk itu diperlukan persatuan dan persaudaraan untuk menghadapinya.
Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara Haflah Khataman Alquran dan Haul Al-Maghfurlah KH Ahmad Jisam Abdul Manan di Pondok Pesantren An-Najah Gondang, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (14/7/2018) malam. Untuk menghadapi berbagai tantangan itu, Presiden Jokowi mengimbau semua pihak untuk bersatu.
"Kita ini bersatu saja menghadapi tantangan besar yang semakin sulit belum tentu bisa memenangkan apalagi tidak bersatu. Oleh sebab itu saya mengajak kita semuanya untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah kita, menjaga ukhuwah wathaniyah kita," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak gampang curiga atau berburuk sangka kepada orang lain. Saling curiga dan berburuk sangka bukanlah budaya dan etika bangsa Indonesia dan juga tidak diajarkan oleh Rasulullah.
"Yang benar itu husnu tafahum, selalu berprasangka baik kepada orang lain. Selalu melihat orang lain dengan penuh kecintaan. Tidak gampang curiga. Selalu berpikir positif. Tidak selalu menyampaikan hal-hal yang negatif terus. Merasa benar sendiri. Merasa pintar sendiri. Merasa betul sendiri," ujarnya.
Persatuan dan persaudaraan ini menjadi lebih penting untuk dijaga mengingat Indonesia akan memasuki tahun politik 2019 di mana Pemilihan Presiden akan dilaksanakan. Presiden pun berpesan agar masyarakat tetap rukun walaupun berbeda pilihan politik.
"Jadi saya titip jangan sampai karena berbeda pilihan kita menjadi tidak saling sapa antartetangga. Ya sudah beda dengan tetangga ya enggak apa-apa. Tapi tetap rukun. Itu pesta demokrasi kok. Inilah kematangan kita dalam berpolitik, kedewasaan kita dalam berpolitik," tutur Jokowi.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam menggunakan hak pilihnya, termasuk dalam memilih pemimpin. Presiden mengimbau masyarakat agar melihat rekam jejak, prestasi, dan kinerjanya terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan.
"Sekali lagi pandai-pandai lah memilih pemimpin karena itu penting. Lihat rekam jejaknya. Prestasinya apa. Kinerjanya seperti apa. Dan saya lihat sekarang ini dari hasil pilkada-pilkada yang ada di seluruh Indonesia, 171 pemilihan bupati, wali kota dan gubernur, saya melihat masyarakat semakin matang, masyarakat semakin dewasa dalam memilih pemimpinnya," ucapnya.
Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara Haflah Khataman Alquran dan Haul Al-Maghfurlah KH Ahmad Jisam Abdul Manan di Pondok Pesantren An-Najah Gondang, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (14/7/2018) malam. Untuk menghadapi berbagai tantangan itu, Presiden Jokowi mengimbau semua pihak untuk bersatu.
"Kita ini bersatu saja menghadapi tantangan besar yang semakin sulit belum tentu bisa memenangkan apalagi tidak bersatu. Oleh sebab itu saya mengajak kita semuanya untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah kita, menjaga ukhuwah wathaniyah kita," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak gampang curiga atau berburuk sangka kepada orang lain. Saling curiga dan berburuk sangka bukanlah budaya dan etika bangsa Indonesia dan juga tidak diajarkan oleh Rasulullah.
"Yang benar itu husnu tafahum, selalu berprasangka baik kepada orang lain. Selalu melihat orang lain dengan penuh kecintaan. Tidak gampang curiga. Selalu berpikir positif. Tidak selalu menyampaikan hal-hal yang negatif terus. Merasa benar sendiri. Merasa pintar sendiri. Merasa betul sendiri," ujarnya.
Persatuan dan persaudaraan ini menjadi lebih penting untuk dijaga mengingat Indonesia akan memasuki tahun politik 2019 di mana Pemilihan Presiden akan dilaksanakan. Presiden pun berpesan agar masyarakat tetap rukun walaupun berbeda pilihan politik.
"Jadi saya titip jangan sampai karena berbeda pilihan kita menjadi tidak saling sapa antartetangga. Ya sudah beda dengan tetangga ya enggak apa-apa. Tapi tetap rukun. Itu pesta demokrasi kok. Inilah kematangan kita dalam berpolitik, kedewasaan kita dalam berpolitik," tutur Jokowi.
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam menggunakan hak pilihnya, termasuk dalam memilih pemimpin. Presiden mengimbau masyarakat agar melihat rekam jejak, prestasi, dan kinerjanya terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan.
"Sekali lagi pandai-pandai lah memilih pemimpin karena itu penting. Lihat rekam jejaknya. Prestasinya apa. Kinerjanya seperti apa. Dan saya lihat sekarang ini dari hasil pilkada-pilkada yang ada di seluruh Indonesia, 171 pemilihan bupati, wali kota dan gubernur, saya melihat masyarakat semakin matang, masyarakat semakin dewasa dalam memilih pemimpinnya," ucapnya.
(amm)