Menhan Minta Negara Indo-Pasifik Bersatu

Jum'at, 13 Juli 2018 - 11:14 WIB
Menhan Minta Negara...
Menhan Minta Negara Indo-Pasifik Bersatu
A A A
BANDUNG - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Raycudu menilai, perlunya persatuan dan komitmen bersama dari negara-negara Indo
Pasifik untuk menghadapi ancaman global.

Hal itu ditegaskan Ryamizard saat memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler XLV Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, di Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, kemarin. Pembekalan yang mengambil tema “Menyikapi Dinamika Perkembangan Lingkungan Strategis dan Pengaruhnya Terhadap Pertahanan Negara” ini diikuti oleh 150 Pasis Sesko TNI.

Hadir dalam acara tersebut Dansesko TNI Letjen TNI Mar. RM Trusono dan Irjen Kemhan Letjen TNI Thamrin Marzuki. “Kunci utama dalam merespons berbagai bentuk tantangan dan ancaman keamanan bersama adalah sebuah resolusi dan komitmen kerja sama bilateral maupun multilateral yang lebih konkret dan tepat sasaran,” ujarnya.

Perkembangan strategis di kawasan Indo-Pasifik saat ini tidak bisa dilepaskan dari persaingan kepentingan antarnegara serta perebutan pengaruh kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan bahkan new emerging superpower China dalam bingkai era globalisasi baru.

“Ini konsekuensi logis dari perubahan akibat proses modernisasi yang sarat dengan pola persaingan ekonomi antarbangsa. Persaingan yang bersifat dinamis ini dapat berdampak terhadap perubahan sistem politik, hukum, mental dan budaya, serta penghayatan ideologi,” ungkapnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menilai, semua negara di kawasan Indo Pasifik saat ini berupaya menciptakan keamanan yang
dinamis dan stabil untuk menjamin kepentingan nasionalnya. “Persaingan ini berdampak terhadap perkembangan geopolitik dan geo-strategis kawasan Indo-Pasifik yang memunculkan ancaman baru bersama dan bersifat lintas negara,” katanya.

Untuk itu, strategi pertahanan Indonesia dalam menyikapi dinamika perkembangan lingkungan strategis tidak bisa dipisahkan dari strategi pembangunan dan kepentingan nasional. Termasuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ryamizard menambahkan, penilaian terhadap kekuatan pertahanan negara tidak bisa dinilai dari besarnya anggaran dan kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista). “Kekuatan tersebut tertumpu pada persatuan dan kesatuan rakyat yang dilandasi kecintaannya kepada bangsa dan negaranya. Karena rakyat merupakan basis kekuatan bangsa,” ujarnya.

Ryamizard menyebut, ancaman ke depan tidak lagi bersifat perang terbuka antarnegara. Ancaman nyata yang sudah berada di depan mata dan dapat terjadi sewaktu-waktu adalah terorisme dan radikalisme, separatisme, pemberontakan bersenjata, bencana alam serta pelanggaran wilayah perbatasan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Totok Sugiharto menambahkan, terorisme dan radikalisme merupakan ancaman yang tidak mengenal batas negara dan tidak mengenal waktu. Dalam melakukan aksinya mereka tidak memilih korbannya. “Ancaman ini memiliki sifat alamiah yaitu berbentuk sel-sel tidur serta operasi berdiri sendiri atau lone wolf dan radikalisasi dengan online serta media sosial,” katanya. (Sucipto)
(nfl)
Berita Terkait
Ancaman Siber Kian Canggih,...
Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Brigjen TNI Totok Serahkan...
Brigjen TNI Totok Serahkan Jabatan Karo Humas Kemhan ke Kolonel Ignatius
Brigjen Fahrid Amran:...
Brigjen Fahrid Amran: Sumber Daya Alam dan Buatan Komponen Penting Pertahanan Negara
Bertemu Dubes Denmark,...
Bertemu Dubes Denmark, Prabowo Bahas Pentingnya Pertahanan Udara
Sekjen Kemhan: Konflik...
Sekjen Kemhan: Konflik Antarnegara Menyulut Tumbuhnya Kelompok Ekstrem
Kasus Satelit Komunikasi...
Kasus Satelit Komunikasi Kemhan, Kejagung Periksa 11 Saksi
Berita Terkini
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Menkes: Yang Paling...
Menkes: Yang Paling Banyak Dikeluhkan Dokter adalah Perundungan
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka...
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kementerian PU
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved