Merasa Dirugikan, Capres Sam Aliano Minta MK Batalkan PT 20 Persen

Rabu, 11 Juli 2018 - 14:29 WIB
Merasa Dirugikan, Capres...
Merasa Dirugikan, Capres Sam Aliano Minta MK Batalkan PT 20 Persen
A A A
JAKARTA - Ditetapkanya syarat ambang batas presiden (presidential threshold) 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional dinilai sangat merugikan sejumlah calon presiden yang ingin maju dalam pilpres 2019 mendatang.

Salah satu calon presiden, Sam Aliano mengatakan, penetapan ambang batas presiden tersebut dinilai tidak adil karena memperkecil peluang bagi partai kecil untuk mencalonkan atau mengajukan calon presiden alternatif dan potensial. Bahkan, berpotensi menghadirkan calon tunggal dalam pilpres 2019 mendatang.

"Saya sebagai calon presiden bersama relawan akan menggelar aksi protes ke MK agar menghapus ambang batas presiden 20 persen. pasal ini sangat bertentangan dengan demokrasi dan tidak adil bagi kami," kara Capres Sam Aliano dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Rabu (11/7/2019).

Menurut Sam, calon petahanan Jokowi sudah mengamankan tiket pencalonannya dengan menguasai mayoritas partai politik (Parpol) di antaranya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, Partai Hanura, Partai NasDem, dan Partai PKPI.

"Sekarang hanya tinggal 3 atau 4 partai saja yang belum menentukan calon, itupun diperebutkan banyak capres. Dan yang lebih menyulitkan lagi adalah syarat ambang batas presiden. Sudah sulit mendapatkan dukungan partai, ditambah lagi dengan ambang batas presiden 20 persen. Ini sangat tidak adail," terangnya.

Partai politik, kata Sam, seharusnya berpihak kepada rakyat karena sejatinya merupakan representasi dari rakyat. Sayangnya, parpol dikuasai oleh kepentingan ketua umum dan sejumlah elit partai tanpa memikirkan kepentingan rakyat.

"Seharusnya ketum partai ke pihak rakyat dan mendengar rakyat karena partai milik rakyat bukan milik perusahaan atau pribadi. Jangan karena mendapatkan jatah, lalu melupakan rakyat. Sekalian aja semua partai ke pak Jokowi, kenapa tidak sekalian pak Jokowi jadi calon tunggal saja," keluhnya.

Sam berharap, Jokowi membuktikan keseriusannya saat berbicara di sejumlah media agar dalam pilpres mendatang banyak pilihan capres. Dengan begitu, rakyat akan leluasa menentukan calon presiden yang benar-benar layak memimpin Indonesia.

"Kata pak jokowi banyak capres banyak pilihan, banyak pilihan mana pak Presiden Jokowi? Buktikan keseriusanya. MK seharusnya mengikuti keinginan pak Jokowi agar banyak alternatif capres. Faktanya, pilihan hanya 2 kandidat, untuk 3 atau lebih agak sulit," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Tanpa Proses Kocok Ulang,...
Tanpa Proses Kocok Ulang, Saldi Isra Kembali Jabat Hakim MK
Jelang Putusan Dugaan...
Jelang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Begini Kondisi Terkini di Gedung Mahkamah Konstitusi
Akademisi Nilai MK Terancam...
Akademisi Nilai MK Terancam Jadi Lembaga Perusak Konstitusi
MK Tolak Gugatan Syarat...
MK Tolak Gugatan Syarat Usia Minimal Hakim Konstitusi 55 Tahun
Putusan MK Diharapkan...
Putusan MK Diharapkan Diterima Semua Pihak
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved