Dukungan TGB Zainal Majdi Dinilai Tak Mampu Redam Kubu Lawan Jokowi
Senin, 09 Juli 2018 - 14:11 WIB
Dukungan TGB Zainal Majdi Dinilai Tak Mampu Redam Kubu Lawan Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Dukungan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi presiden pada periode mendatang dinilai tidak bisa meredam kampanye Gerakan 2019 Ganti Presiden yang dilancarkan kubu kontra Jokowi.
Pengamat politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar mengatakan setelah menyatakan dukungan ke Jokowi, TGB sepertinya tidak meraih simpati. Pernyataan bernada kekecewaan dari kelompok yang kontra Jokowi justru bermunculan.
"Dukungan TGB bahkan tak bisa meredam kampanye yang dilancarkan kubu yang berseberangan dengan Jokowi. Sebut saja Gerakan 2019 Ganti Presiden, itu masih berjalan.TGB bahkan sekarang semakin sering diserang karena memindahkan dukungan," kata Idil kepada SINDOnews, Senin (9/7/2018).
Idil menilai, perdebatan antara TGB dan pihak yang mengkritik dukungannya kepada Jokowi sejauh ini menjadi kontraproduktif. Dalam berpolitik, seharusnya semua pihak memperdebatkan alasan objektif TGB mendukung Jokowi.
"Seseorang memindahkan dukungan pasti karena alasan objektif. Alasan itu yang seharusnya diperdebatkan, bukan malah dihajar habis-habisan. Saya melihat secara keseluruhan itu tidak substantif dan tidak produktif," kata Idil.
Pengamat politik Universitas Padjajaran, Idil Akbar mengatakan setelah menyatakan dukungan ke Jokowi, TGB sepertinya tidak meraih simpati. Pernyataan bernada kekecewaan dari kelompok yang kontra Jokowi justru bermunculan.
"Dukungan TGB bahkan tak bisa meredam kampanye yang dilancarkan kubu yang berseberangan dengan Jokowi. Sebut saja Gerakan 2019 Ganti Presiden, itu masih berjalan.TGB bahkan sekarang semakin sering diserang karena memindahkan dukungan," kata Idil kepada SINDOnews, Senin (9/7/2018).
Idil menilai, perdebatan antara TGB dan pihak yang mengkritik dukungannya kepada Jokowi sejauh ini menjadi kontraproduktif. Dalam berpolitik, seharusnya semua pihak memperdebatkan alasan objektif TGB mendukung Jokowi.
"Seseorang memindahkan dukungan pasti karena alasan objektif. Alasan itu yang seharusnya diperdebatkan, bukan malah dihajar habis-habisan. Saya melihat secara keseluruhan itu tidak substantif dan tidak produktif," kata Idil.
(dam)