Penunjukan Komjen Iriawan Dinilai Terkesan Melawan Logika Publik

Kamis, 21 Juni 2018 - 11:33 WIB
Penunjukan Komjen Iriawan...
Penunjukan Komjen Iriawan Dinilai Terkesan Melawan Logika Publik
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menganggap penunjukan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Komjen Pol M Iriawan menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat syarat polemik.

Menurut Adi, penunjukan pria yang akrab disapa Iwan Bule sejak awal diprotes masyarakat karena menyangkut netralitas Polri dalam pilkada. Menurutnya, pengangkatan ini seakan sengaja melawan logika publik yang sejak awal protes sehingga menimbulkan kecurigaan.

"Penunjukan iwan bule sebagai Pj Gubernur Jabar tak ada urgensinya, tak terlampau penting, kayak negara ini kurang orang saja," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (21/6/2018).

Pengamat Politik UIN Jakarta ini menilai, secara substansial Mendagri perlu mengkarifikasi soal dugaan pelanggaran Undang-Undang Kepolisian. Di mana sesuai UU, seorang Polri dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian. Sementara Iriawan adalah polisi aktif hingga kini. Setidaknya, kata dia, publik perli tahu apa argumen hukum dasar pengangkatan yang bersangkutan.

Selain itu, Adi menganggap negara ini bangsa besar dimana stok pemimpin birokrat yang berkarir di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) cukup banyak. Sehingga, pengangkatan Iriawan mengesankan SDM di Kemendagri kualifikasinya rendah. Alhasil, urusan Pj Gubernur saja harus percaya institusi lain.

Di samping itu, Adi berpendapat, negara ini susah payah menjauhkan ABRI (TNI-Polri) dari urusan politik karena trauma masa lalu. Menurutnya, pengangkatan Iwan Bule akan menjadi angin surga kembalinya TNI-Polisi di kancah politik. "Indonesia bukan negara yang lagi perang, tak butuh mengangkat angkat Pj pemimpin berlatar belakang aparat," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Mendagri Belum Bisa...
Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktu Penundaan Pilkada Serentak 2020
Kemendagri Segera Serahkan...
Kemendagri Segera Serahkan DP4 Tambahan Pilkada Serentak 2020
Tunda Pilkada Serentak...
Tunda Pilkada Serentak 2020, Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktunya
Kemendagri Sebut Ada...
Kemendagri Sebut Ada Dua Indikator Sukses Pilkada Serentak 2020
Kemendagri Optimistis...
Kemendagri Optimistis Pilkada Serentak Digelar Desember 2020
Mendagri Minta Tokoh...
Mendagri Minta Tokoh Agama dan Adat Dukung Pilkada Serentak
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Profil Komjen Pol Chryshnanda...
Profil Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Ketua Tim Transformasi Reformasi Polri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved