Penunjukan Iriawan Dinilai Terlalu Dipaksakan dan Terkesan Politis

Rabu, 20 Juni 2018 - 08:55 WIB
Penunjukan Iriawan Dinilai...
Penunjukan Iriawan Dinilai Terlalu Dipaksakan dan Terkesan Politis
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik, Ray Rangkuti menilai penunjukan dan pelantikan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat Sementara (Pj) Gubernur Jawa Barat terlalu dipaksakan.

Menurut Ray, Pemerintah dalam hal ini, Kementerian dalam Negeri (Kemendagri), dianggap seperti tidak peduli terhadap protes masyarakat yang sejak awal menolak anggota Polri dilibatkan menjadi penggantian jabatan tertentu dalam pemerintahan.

"Mendagri ngotot dengan argumen seadanya menunjuk yang bersangkutan sebagai penjabat Gubernur Jabar," ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) ini, Rabu (20/6/2018).

Menurut Ray, Mendagri hanya melihat dasar hukum peraturan yang mereka buat sendiri. Karena aturan itu dibuat sendiri, tentu saja punya kecenderungan akan mengakomodir kepentingan pemerintah sendiri.

"Permendagri No 1/2018 dibuat sedemikian rupa untuk memang ramah pada keinginan politik pemerintah. Mendagri juga seperti mengabaikan UU No 2/2002 tentang kepolisian soal larangan polisi merangkap jabatan di luar tugas kepolisian." Imbuhnya.

Jikapun harus bertugas di institusi lain, lanjut Ray, harus tetap berkaitan dengan tugas kepolisian, seperti di BNN dan atas penugasan dari Kapolri.

Senada dengan Ray, Ahli ilmu politik dan pemerintahan dari Universitas Parahyangan, Prof Asep Warlan Yusuf menilai, meski tak ada regulasi yang dilanggar dalam penunjukkan Iriawan ini, namun langkah Mendagri dinilai bermuatan politik. Bagaimana tidak, kontestan Pilgub Jabar diisi oleh salah satu paslon yang berasal dari intitusi polri dan secara kebetulan diusung partai PDIP.

Sementara paslon lain juga dianggap mendapat keuntungan dari penunjukkan ini yakni paslon yang secara kebetulan sebagai pendukung koalisi pemerintahan Joko Widodo. Maka itu, menurut Asep Warlan, Iriawan harus menjawab kecurigaan publik atas kuatnya motif politik di balik penunjukkan dirinya sebagai penjabat Gubernur Jabar.

"Dia harus membuktikan dengan tiga hal; pertama, komitmen untuk menjaga netralitas. Kedua, kinerjanya tetap bagus dan melayani. Dan ketiga, akseptabilitas atas kinerjanya bisa diterima oleh publik." pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Mendagri Belum Bisa...
Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktu Penundaan Pilkada Serentak 2020
Kemendagri Segera Serahkan...
Kemendagri Segera Serahkan DP4 Tambahan Pilkada Serentak 2020
Kemendagri Sebut Ada...
Kemendagri Sebut Ada Dua Indikator Sukses Pilkada Serentak 2020
Tunda Pilkada Serentak...
Tunda Pilkada Serentak 2020, Mendagri Belum Bisa Tentukan Waktunya
Kemendagri Optimistis...
Kemendagri Optimistis Pilkada Serentak Digelar Desember 2020
Mendagri Minta Tokoh...
Mendagri Minta Tokoh Agama dan Adat Dukung Pilkada Serentak
Berita Terkini
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved