Gatot Nurmantyo Dinilai Hadapi Jalan Terjal Menuju Pilpres 2019

Kamis, 07 Juni 2018 - 07:34 WIB
Gatot Nurmantyo Dinilai...
Gatot Nurmantyo Dinilai Hadapi Jalan Terjal Menuju Pilpres 2019
A A A
JAKARTA - Foto mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjadi pusat pembicaraan. Hal itu lantaran peristiwa itu terjadi saat gencar-gencarnya Gatot melakukan safari politik.

Gatot memang menampik foto itu bernuansa politik. Dia mengaku hanya bentuk penghormatan dari prajurit junior kepada seniornya. Dalam bahasa sang jenderal, dia menganggap SBY sebagai orangtuanya sendiri.

Menurut Pengajar Ilmu Politik di Universitas Al Azhar Indonesia, Zaenal A Budiyono, publik sepantasnya berspekulasi karena sebelumnya belum pernah terjadi Gatot mencium tangan SBY. Sebagai junior di militer, respek terhadap senior adalah sebuah kewajaran.

"Tapi ekspresi dengan cium tangan bukan tradisi tentara dan lebih dekat ke hubungan tradisional. Misalnya mencium tangan kiai dan ulama," ujar dia saat dihubungi wartawan, Kamis (7/6/2018).

Gatot bertemu SBY dalam sama hadir dalam acara buka puasa bersama di rumah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Sabtu pekan lalu. Saat itu, kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Gatot tiba-tiba menghampiri dan mencium tangan SBY. Ferdinand juga menegaskan tidak ada pembicaraan politik dalam pertemua tersebut.

Menurut Zaenal, cium tangan Gatot kepada SBY bisa juga diartikan sebagai pesan harapan akan dukungan dari Presiden RI ke-6 itu. "GN (Gatot) bisa saja berharap endorsement dari SBY dan Partai Demokrat untuk memuluskan misinya di 2019, karena sejauh ini GN kesulitan mendapat perahu parpol," jelas Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) itu.

Zaenal berpendapat, Partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan arah dukungannya. Demokrat bisa ke Jokowi, ke Prabowo, atau bergabung bersama tokoh alternatif. Namun, dia menilai Demokrat akan sulit memberikan dukungan kepada Gatot lantaran poros ketiga hingga kini tak terlihat kemajuan berarti.

"Apalagi di kubu SBY masih ada nama AHY yang juga cukup positif di survei. Dengan demikian jalan GN cukup terjal karena peta dukungan parpol yang belum di tangan," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved