Buka Kedutaan di Yerusalem, AS Ganggu Perdamaian Timur Tengah

Selasa, 15 Mei 2018 - 22:29 WIB
Buka Kedutaan di Yerusalem,...
Buka Kedutaan di Yerusalem, AS Ganggu Perdamaian Timur Tengah
A A A
JAKARTA - DPR menilai upaya Amerika Serikat (AS) membuka kantor kedutaan besarnya di Yerussalem tanah Palestina, dinilai akan mengganggu perdamaian di Timur Tengah. Ketua komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras langkah AS tersebut.

Menurutnya, langkah AS seperti membuka kotak Pandora krisis Timur Tengah yang kian meruncing dan melampaui batas kemanusiaan. Di mana 128 negara menentang langkah AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, termasuk Indonesia.

"Hal itu jelas sekali menunjukkan sikap arogan AS dan tidak menghormati PBB dan majelisnya sebagai kesepakatan negara dunia," kata Abdul Kharis melalui keterangan tertulis, Selasa (15/5/2018).

"Langkah Amerika Serikat yang tidak menghormati putusan Sidang Darurat Majelis Umum PBB, bagaimana kami akan menghormati langkah Anda jika Anda tidak menjalankan dan menerima keputusan seakan kami 128 negara tidak ada," imbuhnya.

Langkah sepihak AS memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv, jelas mengganggu perdamaian dunia yang selama ini diperjuangkan Amerika juga.

"AS telah melewati garis merah batas perdamaian di Palestina dan kawasan Timur Tengah yang merupakan langkah awal kehancuran bagi perdamaian yang Amerika sendiri menggagasnya, perlawanan akan semakin massif," jelasnya.

Kharis mengingatkan, Yerusalem bukanlah milik Israel apalagi AS, sehingga negara tersebut tidak berhak untuk memutuskan apakah Yerusalem menjadi bagian dari Israel atau bukan.

"Siapa yang memberi AS hak untuk memutuskan bahwa Yerusalem adalah bagian dari Israel? Yerusalem bukan milik AS. Hormati PBB dan tarik kedutaan AS dari Yerusalem," tegasnya.

Begitupun dengan Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf mengecam keras sikap Presiden AS Donald Trump yang bersikukuh meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem, meskipun dikecam masyarakat internasional.

"Dunia sebelumnya ramai-ramai mengecam rencana pemindahan Kedutaan AS pada Desember tahun lalu. Tapi yang kita lihat sekarang justru Trump melenggang meresmikan Kedutaan AS di Yerusalem," ungkapnya.

"Ini jelas sinyal kuat sangat lemahnya dunia di hadapan Trump. Jika berdiam diri, saya khawatir sentimen anti AS akan meluas dan tentu saja ini dapat memicu benih-benih terorisme," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Geopolitik Timteng Berubah,...
Geopolitik Timteng Berubah, Indonesia Konsisten Dukung Palestina Merdeka
Indonesia Tingkatkan...
Indonesia Tingkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina di Tahun 2020
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
KNRP Kirim Paket Bantuan...
KNRP Kirim Paket Bantuan Musim Dingin dari Masyarakat Indonesia untuk Palestina
Indonesia Tegas Kecam...
Indonesia Tegas Kecam Pernyataan Menkeu Israel Tak Akui Keberadaan Palestina
Berita Terkini
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved