Luhut Ungkap Pertemuan dengan Prabowo Subianto

Minggu, 08 April 2018 - 15:44 WIB
Luhut Ungkap Pertemuan...
Luhut Ungkap Pertemuan dengan Prabowo Subianto
A A A
JAKARTA - Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan buka suara mengenai pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto beberapa waktu. Luhut menepis anggapan bahwa pertemuannya dengan Prabowo membahas peluang duet Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo pada pemilu 2019.

Menurut Luhut, pertemuan dirinya dengan Prabpwo yang diselingi makan siang membahas masalah kebangsaan sekaligus reunian sebagai prajurit yang pernah berdinas di kemiliteran.

"Saya itu dengan Prabowo itu teman, masa tidak boleh bertemu," kata Luhut usai menghadiri Rakorbinas Kemaritiman III PDI Perjuangan, di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2018).

Selain reunian dan membahas masalah kondisi bangsa, Luhut menjelaskan, dalam pertemuan tersebut juga sempat disinggung mengenai Indonesia yang diprediksi bubar pada 2030 seperti yang pernah disampaikan Prabowo.

"Macam mana indonesia bubar. Tapi bagus apa yang disampaikan Prabowo mengingatkan kita semua agar kita waspada, jadi kita enggak boleh geer dan merasa paling hebat," ujar dia.

Lebih jauh dia katakan, arah kebijakan ekonomi nasional kita saat ini jauh dari apa yang diprediksi oleh Prabowo. Menurutnya, arah kebijakan ekonomi nasional dibawah pemerintahan Jokowi saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya.

"Indikasi ekonomi nasional kita sama sekali tidak mengarah ke situ. Itu bisa terjadi kalau kemiskinan, ketidakadilan, keamanan itu terjadi dengan tajam. Semua terkendali dengan baik. Dan kita sudah teruji di tahun 98, begitu parahnya kita mampu back up disitu. Jadi overall saya masih liat di atas rata-rata," ungkapnya.

Saat disinggung apakah Prabowo akan maju bertarung dengan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang, Ia menegaskan, itu tidak menjadi pembicaraan khusus kedua orang mantan Kopasus itu. Menurutnya, hak untuk maju menjadi salah satu pesaing Jokowi di 2019 itu murni menjadi hak Prabowo dan partai Gerindra.

"Kan kita juga tahu bagaimana keinginan Partai Gerindra, jadi kita biarkan saja mereka. Kalau mau challange pemerintahan Jokowi ya sah-sah saja kan namanya juga upaya. Kan boleh saja," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved