Berguru Pemberantasan Korupsi, DPR Akan Undang Pemerintah Georgia

Senin, 26 Maret 2018 - 16:26 WIB
Berguru Pemberantasan...
Berguru Pemberantasan Korupsi, DPR Akan Undang Pemerintah Georgia
A A A
JENEWA - Komisi III DPR RI mewacanakan untuk mengundang perwakilan negara Georgia ke Indonesia untuk berbagi pengalaman mengenai pemberantasan korupsi. Hal ini sebagai tindak lanjut pernyataan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) perihal dapat saling berbaginya pengalaman pemberantasan korupsi terutama yang berkaitan dengan upaya repatriasi antara Georgia dan Indonesia.

Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, berdasarkan Index Transparency International, Georgia membuktikan kapasitasnya menjadi negara yang lebih bersih dari praktik korupsi dalam waktu 11 tahun. Peringkat Georgia naik sebanyak 74 poin, bahkan lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara Eropa seperti Republik Ceko, Latvia, Slovakia, Rumania, dan Bulgaria.

“Ini sebagai tindak lanjut kami di Komisi III atas pernyataan Ketua DPR,” kata Sahroni yang turut mendampingi Bamsoet menghadiri Inter Parliement Union (IPU) ke-138 di Jenewa dalam rilis yang diterima SINDOnews, Senin (26/3/2018).

Yang menarik, dalam melakukan pembersihan koruptor Georgia tidak membentuk sebuah lembaga baru. Cara dilakukan Presiden Mikheil Saakashvili yang terpilih pada Januari 2004 adalah dengan melakukan reformasi di semua bidang.

”Sebanyak 30.000 dari 40.000 polisi di negara dengan penduduk berkisar 4-5 juta itu bahkan dipecat dan digantikan perannya oleh sipil yang kemudian diberikan berbagai pelatihan,” lanjutnya.

Sebelumnya Mikheil mengambil kebijakan menaikkan gaji polisi menjadi 20 kali lipat. Presiden Mikheil juga memberantas segala pungutan liar dan mengobrak-abrik perizinan di sektor bisnis agar iklim invetasi membaik.

Sahroni mengakui apa yang dilakukan Georgia tidak serta merta dapat dilakukan di Indonesia karena sejumlah perbedaan, termasuk jumlah penduduk dan sosial dan lainnya. Indonesia saat ini juga telah memiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga yang menjadi algojo koruptor sekaligus supervisi penegak hukum lainnya seperti Polri dan Kejaksaan.

“Tapi pelajaran utama yang dapat kita tiru adalah pembenahan sumber daya manusia dan pemangkasan lambatnya perizinan dapat meminimalisir terjadinya korupsi. Karenanya kita ingin mendengar langsung dan bertukar pikiran dengan perwakilan negara Georgia yang membidangi itu,” jelas politisi muda dari NasDem ini.
(poe)
Berita Terkait
Struktur Gemuk KPK,...
Struktur Gemuk KPK, Pimpinan DPR Tugaskan Komisi III Minta Penjelasan
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
KPK Selamatkan Rp57,9...
KPK Selamatkan Rp57,9 T di 2022, DPR: Berantas Korupsi Kakap Tahun Depan
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Prioritas Selamatkan...
Prioritas Selamatkan Uang Negara, Firli Bahuri Cs Disebut New KPK
Berita Terkini
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved