Undang Jokowi ke Rapimnas, Sinyal Demokrat Tak Bentuk Poros Ketiga
Kamis, 08 Maret 2018 - 16:36 WIB
Undang Jokowi ke Rapimnas, Sinyal Demokrat Tak Bentuk Poros Ketiga
A
A
A
JATINANGOR - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy alias Romi menilai poros ketiga sulit terbentuk. Mengingat sudah ada lima partai politik (parpol) yang secara pasti mengusung Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden (Capres).
"Lima (parpol) ini mewakili 55% kursi (DPR)," ujar Romi usai menghadiri penganugerahan doktor honoris causa kepada Megawati Soekarnoputri di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018).
Jika harus muncul poros ketiga atau poros tengah sebesar 20%, menurut Romi bandulnya ada di Partai Demokrat. Sebab, Gerindra mengaku akan membangun poros sendiri.
Romi menyebutkan, sinyal Demokrat yang mengundang Presiden Jokowi ke Rapat Pimpinan nasional (Rapimnas) mereka menunjukkan partai yang dipimpin Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak akan membuat poros sendiri yakni poros ketiga.
"Sementara tanpa Demokrat poros ke-3 tidak akan terwujud. Jadi bukan mendahului kejadian, tapi proyeksi saya poros ke-3 ini mustahil terwujud," kata Romi seraya memprediksi Pilpres 2019 akan diikuti dua pasangan calon dan hal itu dimungkinkan mengulang Pemilu 2014.
"Lima (parpol) ini mewakili 55% kursi (DPR)," ujar Romi usai menghadiri penganugerahan doktor honoris causa kepada Megawati Soekarnoputri di Kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018).
Jika harus muncul poros ketiga atau poros tengah sebesar 20%, menurut Romi bandulnya ada di Partai Demokrat. Sebab, Gerindra mengaku akan membangun poros sendiri.
Romi menyebutkan, sinyal Demokrat yang mengundang Presiden Jokowi ke Rapat Pimpinan nasional (Rapimnas) mereka menunjukkan partai yang dipimpin Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak akan membuat poros sendiri yakni poros ketiga.
"Sementara tanpa Demokrat poros ke-3 tidak akan terwujud. Jadi bukan mendahului kejadian, tapi proyeksi saya poros ke-3 ini mustahil terwujud," kata Romi seraya memprediksi Pilpres 2019 akan diikuti dua pasangan calon dan hal itu dimungkinkan mengulang Pemilu 2014.
(kri)