HS Dillon Anggap Pasal Penghinaan Presiden Tak Cocok di Era Demokrasi

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:39 WIB
HS Dillon Anggap Pasal...
HS Dillon Anggap Pasal Penghinaan Presiden Tak Cocok di Era Demokrasi
A A A
JAKARTA - Pasal penghinaan presiden dianggap tidak cocok lagi di dalam negara demokrasi. Maka itu, masuknya pasal penghinaan presiden ke dalam revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terus dikritik.

"Dalam demokrasi ini tidak bisa lagi pakai sistem kolonial," ujar Tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) Harbrinderjit Singh (HS) Dillon kepada SINDOnews, Selasa (20/2/2018).

Terlebih, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan pasal sejenis dalam KUHP yang sekarang inskonstitusional melalui putusan MK nomor 013-022/PUU-IV/2006.

Maka itu, pasal penghinaan presiden itu dianggapnya tidak perlu lagi dihidupkan. Menurut dia, upaya menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden itu sama saja menakut-nakuti rakyat.

"Tidak perlu ditakut-takutin rakyat," tutur tokoh Sikh ini.

Dillon menambahkan, setiap pejabat seharusnya berusaha dicintai rakyat. "Bukan ditakut-takutin, itu kerja pemerintahan kolonial," pungkas mantan Utusan Khusus Presiden bidang Penanggulangan Kemiskinan periode 2011-2014 ini.
(kri)
Berita Terkait
Soal Pasal Penghinaan...
Soal Pasal Penghinaan Presiden, KH Cholil Nafis: Jangan Menjadikannya Antikritik
Heboh Polemik Pasal...
Heboh Polemik Pasal Penghinaan Presiden, Masih Relevankah?
Pasal Penghinaan Presiden...
Pasal Penghinaan Presiden Direvisi, Ancaman Pidana Berkurang
Gerindra Usul Pasal...
Gerindra Usul Pasal Penghinaan Presiden Dialihkan ke Perdata Bukan Pidana
Pasal Penghinaan Presiden,...
Pasal Penghinaan Presiden, Wamenkumham: Itu Delik Aduan Bukan Delik Biasa
Jokowi Legawa Dikritik,...
Jokowi Legawa Dikritik, Sudjiwo Tedjo Lebih Salut bila Batalkan Pasal Penghinaan Presiden
Berita Terkini
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved