Tolak Revisi UU MD3, Nasdem dan PPP Walk Out dari Paripurna

Senin, 12 Februari 2018 - 18:19 WIB
Tolak Revisi UU MD3,...
Tolak Revisi UU MD3, Nasdem dan PPP Walk Out dari Paripurna
A A A
JAKARTA - Rapat paripurna DPR sore ini diwarnai aksi walk out anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebab, mereka tak ingin bertanggung jawab atas pengesahan revisi Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) dalam rapat paripurna DPR sore ini.

Aksi walk out itu dilakukan setelah perwakilan mereka menyampaikan sikapnya terkait penambahan kursi pimpinan DPR, MPR dan DPD dalam revisi UU MD3 itu. Dalam interupsinya, dua fraksi itu meminta pengesahan revisi UU MD3 ditunda.

Fraksi Partai Nasdem menilai revisi UU MD3 masih perlu dibahas secara mendalam sebelum disahkan dalam rapat paripurna. “Terkait dengan revisi Undang-Undang MD3 dengan hormat kami minta pemerintah dan fraksi-fraksi DPR untuk menunda pengesahannya,” ujar Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate dalam interupsinya.

Selain itu, substansi dalam draf revisi UU MD3 terlalu bermuatan pragmatisme. “Terlalu banyak hanya untuk kepentingan kelompok untuk mengisi jabatan portopolio parlemen,” kata Plate.

Hal senada dikatakan Ketua Fraksi PPP DPR Reni Marlinawati. "Kami tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang menjadi keputusan. Kami menyatakan walk out," ujar Reni Marlinawati dalam kesempatan sama.

Kendati dua fraksi melakukan aksi walk out, penambahan 1 kursi pimpinan DPR, 3 kursi pimpinan MPR dan 1 kursi pimpinan DPD dalam revisi UU MD3 tetap disahkan rapat paripurna DPR. "Apakah revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD dapat disetujui?" tanya Wakil Ketua DPR Fadli Zon selaku pimpinan rapat paripurna.

Para anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna itu pun menjawab setuju secara bersamaan. Kemudian, Fadli Zon mengetukkan palu tanda disahkannya revisi UU MD3.
(kri)
Berita Terkait
Senator NTT Minta DPD...
Senator NTT Minta DPD RI Tak Diatur dalam UU MD3
Amanah UU, Badan Peradilan...
Amanah UU, Badan Peradilan Khusus Pilkada Harus Segera Dibentuk
Pakar Hukum Minta DPR...
Pakar Hukum Minta DPR Pahami UU Terkait Calon Anggota BPK
Pakar Hukum Nilai Analisis...
Pakar Hukum Nilai Analisis dari Rencana Revisi UU MK Sangat Dangkal
UU Minerba Bentuk Perlindungan...
UU Minerba Bentuk Perlindungan Negara untuk Korporasi Tambang
Revisi UU Minerba Melenggang...
Revisi UU Minerba Melenggang ke Paripurna
Berita Terkini
Cerita Prabowo tentang...
Cerita Prabowo tentang 2 Angka Keberuntungan di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved