Kebijakan Trump Soal Yerusalem Rusak Proses Damai Palestina-Israel

Kamis, 07 Desember 2017 - 17:45 WIB
Kebijakan Trump Soal...
Kebijakan Trump Soal Yerusalem Rusak Proses Damai Palestina-Israel
A A A
JAKARTA - Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengumumkan pengakuan AS terhadap kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel, mendapatkan kritik keras dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Sebagai koordinator peran diplomasi parlemen Indonesia, Fadli Zon menilai, kebijakan Trump ini provokatif dan merusak upaya perdamaian yang sedang berjalan antara Palestina-Israel.

"Kebijakan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel ini sangat provokatif. Hal ini tak hanya akan merusak prospek perdamaian Palestina-Israel, namun juga memicu konflik baru di Timur Tengah," kata Fadli Zon, Kamis (7/12/2017).

Fadli Zon mengungkapkan, keputusan Trump memiliki landasan formal dalam Undang-Undang (UU) yang disetujui Kongres AS tahun 1995. Selain memang itu janji kampanyenya.

Namun katanya, sebagai negara yang berperan penting dalam perdamaian Israel-Palestina, Trump masih memiliki opsi lain, yaitu dengan menandatangani the waiver penundaan realokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Hal inilah yang dijalankan oleh Presiden AS sejak tahun 1995. Clinton, Obama, dan bahkan Bush yang sama-sama dari Partai Republik, mengambil opsi ini," ungkapnya.

Di sisi lain menurut Fadli Zon, pengumuman Trump ini jelas melanggar konsensus internasional tentang status kota Yerusalem. Konsensus internasional dalam Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 Tahun 1947.

"Menganggap Yerusalem adalah wilayah yang harusnya berada di bawah kewenangan internasional dan diberikan status hukum, politik yang terpisah. Sehingga, keputusan Trump ini jelas bertentangan," ucapnya.

"Trump harus memikirkan ulang kebijakannya ini. Hampir seluruh negara-negara besar, termasuk negara yang dekat dengan AS seperti Inggris, Perancis, dan Arab Saudi, meminta agar kebijakan tersebut dipikirkan ulang," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Gandeng KPK, Kejagung...
Gandeng KPK, Kejagung Didukung Penuh Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah
Jelang Pelimpahan Berkas,...
Jelang Pelimpahan Berkas, Gus Yaqut: Semoga Kebenaran Terungkap
Prabowo Ingatkan Penanganan...
Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
3 Pemimpin Dunia Bertemu...
3 Pemimpin Dunia Bertemu Prabowo dalam Sepekan, Bukti Indonesia Dipercaya Dunia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved