Lembaga Survei Ini Ungkap Soal Cawapres Jokowi dan Prabowo

Minggu, 03 Desember 2017 - 16:24 WIB
Lembaga Survei Ini Ungkap...
Lembaga Survei Ini Ungkap Soal Cawapres Jokowi dan Prabowo
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, berapa banyak calon pasangan presiden 2019 masih akan ditentukan dari hasil judicial review presidential threshold di Mahkamah Konstitusi (MK) yang masih berlangsung.

Kendati begitu, melalui survei nasional lembaganya, Qodari menemukan penilaian masyarakat terhadap kemungkinan calon presiden (capres) jika pemilu presiden dilaksanakan hari ini.

Menurut Qodari, jika pilpres diputuskan dua pasangan calon, maka nama Presiden Jokowi dan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto masih tertinggi. Namun Jokowi masih unggul atas Prabowo.

Menurutnya, tren elektabilitas Jokowi sejak 2015-2017 perlahan semakin meningkat. Meski sempat melemah pada September 2015. Sementara elektabilitas Prabowo sejak 2015-2017 mengalami fluktuasi.

"Sempat naik di September 2015 dan melemah pada Oktober 2016. Pada Maret 2017 sempat beranjak, namun melemah kembali di November 2017 ini," papar Qodari saat merilis hasil survei, di Hotel Atlet Century, Senayan, Minggu (3/12/2017).

Qodari mengatakan, jika pemilu presiden memutuskan Jokowi dan Prabowo yang kembali bertarung pada pemilu 2019, maka sejumlah nama yang memiliki potensi menjadi pendamping keduanya telah bermunculan.

Dia menuturkan, pilihan delapan nama yang dianggap cocok mendampingi Jokowi antara lain; Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (17.1%), Gatot Nurmantyo (15.9%), Ridwan Kamil (9.5%), Moeldoko (3%), Puan Maharani (2.8%), Sri Mulyani Indrawati (0.2%), Tito Karnavian (0%), dan Budi Gunawan (0%). Rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak jawab (51.5%).

"Lima syarat utama calon wakil presiden untuk Jokowi, dari kalangan militer, berpengalaman dalam pemerintahan, dekat dengan rakyat, menguasai dunia internasional dan pintar/intelektual," ucap Qodari.

Sementara empat nama calon wakil presiden yang dianggap tepat mendampingi Prabowo Subianto adalah Anies Baswedan (22.2%), M Sohibul Iman (4.2%), Zulkifli Hasan (0.1%), dan Muhaimin Iskandar (0.1%). Adapun, rahasia/belum memutuskan/tidak tahu/tidak menjawab (73.1%).

"Lima syarat utama calon wakil presiden untuk Prabowo dari kalangan sipil, dekat dengan rakyat, cocok sebagai wakil, berpengalaman dalam pemerintahan, dan visi misinya bagus," tandasnya.

Qodari mengatakan, survei dilaksanakan pada 15-23 November 2017 di seluruh provinsi di Indonesia yang meliputi 34 provinsi. Jumlah sampel sebanyak 120 responden, dengan margin of error lebih kurang 2.83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden survei adalah WNI yang mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga negara yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Dia melanjutkan, metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling. Menurutnya, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden yang menggunakan kuesioner.
(maf)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Anies Blak-blakan 2...
Anies Blak-blakan 2 Kali Tolak Tawaran Jadi Capres di Pilpres 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Gelar Konser Rakyat,...
Gelar Konser Rakyat, Warga Pacitan Deklarasi Dukung Cak Imin Presiden 2024
Kilas Balik Nomor Urut...
Kilas Balik Nomor Urut Capres-Cawapres, dari Pilpres 2004 hingga Pilpres 2019
Berita Terkini
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Infografis
Besaran Gaji dan Tunjangan...
Besaran Gaji dan Tunjangan Hakim Sebelum Dinaikkan Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved