Pemerintah Fasilitasi KPU Hadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019

Selasa, 14 November 2017 - 20:34 WIB
Pemerintah Fasilitasi...
Pemerintah Fasilitasi KPU Hadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019
A A A
JAKARTA - Pemerintah memastikan keterpenuhan fasilitas penunjang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 maupun pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang dijalankan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menteri Sekretaris Negera (Mensesneg) Pratikno mengatakan, kebutuhan dua agenda tersebut harus sudah mulai dipastikan dari sekarang. Dan tugas pemerintah menurut dia untuk hadir memfasilitasi kebutuhan penyelenggaraan pemilu tersebut.

“Tugasnya pemerintah ini kan memfasilitasi tugas KPU sebagai penyelenggara pemilu,” ujar Pratikno saat ditemui di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Pratikno, dari hasil pembicaraan dengan KPU dilaporkan beberapa hal yang masih menjadi persoalan penyelenggaraan dua kegiatan tersebut. Seperti anggaran maupun sosialisasi yang pemerintah bisa bantu untuk menyukseskannya.

“Selanjutnya infrastruktur gedung dan lain lain juga dibahas,” kata Pratikno.

Lebih lanjut, Pratikno berharap dukungan dari pemerintah dapat mengantisipasi hadirnya konflik dalam penyelenggaraan pilkada maupun pemilu nanti. Pemerintah pun telah menyiapkan institusi keamanan untuk memastikan tidak adanya hambatan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi nanti.

“Sekali lagi pemerintah kan tugasnya untuk membackup dari sisi keamanan. Bagaimana mensejahterakan politik masyarakat, menjauhi beberapa yang (hal) kita kira berisiko, menjadi pemilu yang sukses sekaligus damai,” tambah Pratikno.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, permohonan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah agenda rutin KPU yang harus melaporkan perkembangan tahapan penyelenggaraan pilkada maupun pemilu kepada pemerintah. “Itu sesuai perinth UU saja, termasuk dengan DPR,” ujarnya.

Menurut Arief, pertemuan dengan Mensesneg menghasilkan satu kepastian bahwa pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan KPU terutama yang menyangkut tentang kendala penyelenggaraan pilkada maupun pemilu. “Misalnya pembiayaan kampanye, kotak suara transparan, ya kami sampaikan prinsip KPU memilih yang efektif dan efisien, bagus dan murah,” tutur Arief.

Arief juga menerangkan kepada Mensesneg tentang target peningkatan jumlah pemilih pada Pemilu 2019 nanti. Dimana hal tersebut akan diupayakan dengan peningkatan sosialiasi kepada masyarakat berbasis keluarga.

“Maka dibutuhkan bukan hanya anggaran besar tapi juga tenaga pendukung di daerah. Dan pak menteri katakan siap bantu melalui kementerian mana yang cocok model dan strategi KPU,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Berkaca 2019, Fahri...
Berkaca 2019, Fahri Hamzah Minta Pemilu Serentak 2024 Zero Accident
Raih Doktor di Unair,...
Raih Doktor di Unair, Pangi Chaniago Tawarkan Model Baru Jelaskan Split Ticket Voting di Indonesia
E-Rekap Pilkada 2020,...
E-Rekap Pilkada 2020, KPU Harus Belajar dari Situng Pemilu 2019
Belajar dari 2019, Waktu...
Belajar dari 2019, Waktu Pencoblosan Pemilu 2024 Dinilai Tak Realistis
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved