BNPT Waspadai Radikalisme Lewat Dunia Maya

Rabu, 18 Oktober 2017 - 18:53 WIB
BNPT Waspadai Radikalisme...
BNPT Waspadai Radikalisme Lewat Dunia Maya
A A A
YOGYAKARTA - Dunia maya telah menjadi ‘kendaraan’ utama pelaku terorisme untuk mempersiapkan dan melakukan aksinya.

Kemajuan pesat informasi dan teknologi komunikasi menjadikan kelompok teroris itu sangat leluasa memanfaatkan untuk kepentingan propaganda mereka karena di dunia maya atau internet bisa melakukan apa saja tanpa batas.

“Ini yang melatarbelakangi kenapa radikalisme merambah dunia maya dengan memanfaatkan jejaring sosial dan media, dengan sasaran kaum muda dan penggiat dunia maya,” kata Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi (Deputi 1) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir saat acara Public Lecture Pencegahan Paham Radikal Terorisme, di Aula Sabang Merauke, Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Rabu 18 Oktober 2017.

Public Lecture dihadiri 700 peserta dari taruna tiga angkatan darat, laut, udara dan Polri, mahasiswa, pelajar, jajaran SKPD Daerah Istimewa Yogyakarta, dan perwakilan organisasi masyarakat. Selain Deputi I, juga hadir Sekretaris Utama (Sestama) BNPT Mayjen TNI R Gautama Wiranegara mewakili Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius.

Abdul Rahman mengatakan, saat ini terorisme bukan hanya persoalan lokal, tapi persoalan seluruh bangsa di dunia. “Seluruh bangsa tidak ada lagi yang imun terhadap pengaruh paham radikal terorisme. Dahulu terorisme hanya ada di belahan dunia tertentu, sekarang tidak ada lagi karena sudah menyebar ke seluruh dunia,” ucapnya.

Bicara tentang terorisme, media, dan dunia maya, dia menggarisbawahi ucapan salah satu pimpinan Al Qaeda, Aiman Aljawahir yang pernah menuliskan surat kepada pengikutnya bahwa saat peperangan, separuh lebih peperangan itu terjadi melalui media.

Ketika itu Juru Bicara Al Qaeda, Al Adnani mengungkapkan daripada merekrut dan membawa anggota baru ke Afganistan, akan lebih mudah dan berharga bila memindahkan pusat pelatihan ke setiap rumah, dan setiap desa perkampungan muslim di berbagai negara.

Artinya, kata Abdul Rahman, para pelaku terorisme itu sangat pintar dan sudah membaca jauh-jauh hari pentingnya media dan dunia maya untuk menjalankan aksi mereka. Kalau didinamikakan, itu terlihat dari pola propaganda kelompok radikal itu yang bergeser dari cara-cara konvensial, ke cara-cara yang mereka gunakan sekarang, yaitu media dan dunia maya.

“Dahulu terorisme melakukan rekrutmen dengan melalui hubungan kekeluargaan, pertemanan, ketokohan, dan lembaga keagamaan. Jadi mulai merekrut sampai pembaitan, mereka harus tatap muka untuk melakukan indoktrinasi, rekrutmen, pembaiatan. Sekarang beda, terorisme sudah menggunakan website, medsos, social messenger,” ujar mantan Danrem 074/Warastratama Solo ini.

Salah bukti pola itu adalah pelaku yang siap melakukan aksi bom bunuh diri di istana negara yang tertangkap di Bintara bekasi. Perempuan pelaku itu dibaiat melalui online, setelah itu nikah secara online. Selain itu, kalau awalnya kelompok radikal menggunakan website untuk propaganda, tapi begitu muncul media chatting, mereka ikut beralih, bahkan sampai ke game online. Belum lagi setelah medsos muncul, dan terakhir social messenger.

Dia menambahkan, ada beberapa alasan teroris selalu menggunakan dunia maya, yaitu karena mudah diakses, tidak ada kontrol, regulasi, dan aturan. Audien luas bahkan bisa anonim, langsung komunikasi, murah, multimedia. Apalagi sekarang internet sudah jadi sumber pemberitaan dan kebutuhan.

“Intinya, kelompok teroris menggunakan internet untuk melakukan perang psikologis, propaganda, pengumpulan dana dan data, serta berdiskusi antarmereka,” tutur Abdul Rahman.
(dam)
Berita Terkait
Deklarasi Kesiapsiagaan...
Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Dalam Rangka Penanggulangan Terorisme
BNPT Optimalkan Pencegahan...
BNPT Optimalkan Pencegahan Terorisme Melalui Kearifan Lokal
BNPT dan CUTA Belgia...
BNPT dan CUTA Belgia Teken MoU Penanggulangan Terorisme
Jabat Kepala BNPT, Ini...
Jabat Kepala BNPT, Ini Tantangan Bagi Boy Rafli Amar
BNPT Susun Strategi...
BNPT Susun Strategi Realisasi Tindak Lanjut PP Kompensasi Korban Terorisme
Setara Institute Kritik...
Setara Institute Kritik Rancangan Perpres Tugas TNI dalam Atasi Terorisme
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved