Suku Bunga KUR Menuju 7%

Selasa, 26 September 2017 - 10:19 WIB
Suku Bunga KUR Menuju...
Suku Bunga KUR Menuju 7%
A A A
BERBAGAI upaya pemerintah untuk memenuhi target dan perluasan penyebaran kredit usaha rakyat (KUR), termasuk bagaimana mengakomodasi suara dari kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang terus meminta suku bunga KUR berada di level lebih rendah dari sekarang masih bertengger pada angka 9% per tahun.

Saat ini lewat Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), pemerintah sedang menyusun konsep perubahan Peraturan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian seputar pedoman pelaksanaan KUR. Revisi peraturan tersebut juga mengoreksi penurunan suku bunga KUR dari level 9% per tahun ke level lebih rendah menjadi 7% per tahun.

Selain mengoreksi ke bawah suku bunga KUR yang sudah lama dinantikan para pelaku UKM, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah langkah efektif agar target penyaluran KUR yang dipatok sebesar Rp110 triliun hingga akhir tahun ini bisa terealisasi. Di antaranya penambahan jumlah bank penyalur serta memberikan kesempatan ke pada koperasi dan lembaga keuangan bukan bank selaku pemberi KUR.

Kegiatan pendampingan tersebut dengan menggandeng pemerintah daerah ditargetkan terutama UKM di daerah semakin mudah mengakses KUR. Seberapa besar dana KUR yang sudah tersalurkan sepanjang tahun ini? Mengutip data terbaru dari Kementerian Koperasi dan UKM, realisasi KUR tercatat sebesar Rp61,14 triliun atau sekitar 55,6% dari target yang dipatok pemerintah dengan jumlah penerima sebanyak 2.734.490 hingga Agustus 2017.

Pemerintah mengklaim pe nyaluran KUR secara regional atau pulau relatif merata untuk pulau besar, dengan Pulau Jawa menempati urutan teratas dan disusul Pulau Sumatera.

Adapun penyaluran KUR berdasarkan provinsi menempatkan Jawa Tengah pada posisi pertama dengan plafon mencapai sebesar Rp11,02 triliun untuk 569.579 debitur. Posisi kedua ditempati Jawa Timur dan Jawa Barat di urutan ketiga. Dilihat dari bank penyalur KUR ternyata didominasi Bank BRI denganp lafon sebesar Rp46,81 triliun yang meliputi 2.527.926 debitur.

Memang, Bank BRI memosisikan diri sebagai raja penyalur KUR. Bank pelat merah tersebut mendapat kepercayaan menyalurkan KUR se besar Rp71,2 triliun atau sekitar 65% dari total target KUR sebesar Rp110 triliun tahun ini.

Adapun tahun lalu bank badan usaha milik negara (BUMN) tertua ini berhasil menggelontorkan KUR sebesar Rp 69,4 triliun untuk 3,9 juta debitur. Penyaluran KUR 2016 tersebut lebih tinggi dari target yang dibebankan pemerintah sebesar Rp67,5 triliun.

Menarik dicermati selain target penyaluran KUR sudah hampir menyentuh 60%, yang ditargetkan pemerintah adalah fokus penyaluran pada sektor produktif.

Dalam berbagai kesempatan terkait aktivitas KUR, Menko Perekonomian Darmin Nasution selalu menyebutkan fokus pemerintah dalam penyaluran KUR lebih diarahkan pada sektor produktif sehingga diharapkan memberi manfaat lebih banyak dalam penyerapan tenaga kerja baru.

Pemerintah menargetkan penyaluran KUR pada sektor produktif mencapai sekitar 40% tahun ini dibanding tahun sebelumnya di kisaran 22%. Bahkan ke depan, sasaran penyaluran KUR dicanangkan menjadi 60% hingga 70% pada sektor produktif.

Permintaan penurunan suku bunga KUR memang terus didengungkan oleh para pelaku UKM menyusul pelemahan perekonomian domestik sejak dua tahun terakhir ini. Permintaan tersebut sangat wajar sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing usa ha.

Berkaitan dengan penyempurnaan pelaksanaan KUR, sejumlah pelaku UKM mengusulkan dua hal kepada pemerintah, yakni suku bunga KUR agar semakin landai yang bisa mencapai angka 6% untuk pinjaman hingga Rp500 juta dan berharap proses KUR semakin mudah dan lebih cepat sampai ke tangan pelaku UKM.

Peran UKM terhadap kontribusi perekonomian nasional tidak bisa di lirik sebelah mata. Tengok saja dari penduduk negeri ini yang mencapai 250 juta jiwa lebih, tercatat sebanyak 96,87% berkiprah di sektor UKM. Pihak Kementerian Koperasi dan UKM mencatat kontribusi UKM pada Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 60,34% saat ini.

Penyakit klasik yang diderita UKM adalah permodalan. Karena itu, KUR dengan suku bunga rendah adalah sebuah harapan yang sangat menentukan nasib UKM ke depan. Sebelumnya KUR memiliki suku bunga 22%, lalu dipangkas menjadi 9% dan pemerintah sedang merevisi aturan yang memungkinkan KUR dengan suku bunga7%. Ditunggu!
(dam)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved